LINTAS ATJEJ | BIREUEN - Puluhan anggota Polres Bireuen “menggeruduk” TK Tursina di Dusun Lipah, Gampong Cot Me, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Kamis (22/01/2026). Namun kehadiran aparat kepolisian ini dari berbagai polsek bukan membawa ketegangan, melainkan harapan dan kebahagiaan, terutama bagi anak-anak TK yang sekolahnya terdampak lumpur sisa banjir. Pemandangan ini menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sahabat masyarakat sejak usia dini.
Dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Bireuen selaku Ketua Tim, AKP Barmawi, S.E., serta didampingi PJU dan perwira staf turun langsung dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak sorong. Mereka bahu-membahu membersihkan lumpur yang menutupi halaman sekolah. Aksi gotong royong ini mencerminkan wajah Polri yang rendah hati dan siap bekerja bersama masyarakat tanpa sekat.
Sementara itu, keceriaan terpancar dari wajah anak-anak TK Tursina. Mereka terlihat melompat-lompat riang, tertawa, bahkan sesekali mendekat sambil memperhatikan para anggota Polres yang “berseteru” dengan lumpur. Kepolosan dan kegembiraan anak-anak tersebut menjadi energi tersendiri bagi para petugas, seolah kehadiran Polri telah mengembalikan rasa aman dan nyaman di ruang belajar mereka.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Kepala UPTD TK Tursina, Nova Yunita, S.Pd., menyambut hangat kedatangan rombongan Polres Bireuen. Ia menjelaskan bahwa TK Tursina merupakan sekolah swasta di bawah naungan Yayasan Tursina, dengan total empat tenaga pendidik dan staf, serta 25 orang anak didik.
Dalam keterbatasan tersebut, dukungan dari berbagai pihak sangat berarti bagi kelangsungan proses belajar anak-anak. Nova juga mengungkapkan bahwa saat banjir, air mencapai ketinggian sekitar satu meter dan meninggalkan endapan lumpur setinggi kurang lebih 30 sentimeter. Meski demikian, sejak 5 Januari 2026 kegiatan bermain dan belajar anak-anak mulai kembali aktif, berkat kepedulian wali murid yang bergotong royong membersihkan ruang kelas. Semangat kebersamaan ini menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini tetap menjadi prioritas meski dalam kondisi pascabencana.
Namun, Nova menambahkan bahwa hampir seluruh mobiler dan alat permainan anak-anak mengalami kerusakan akibat lumpur. Oleh karena itu, kehadiran puluhan anggota Polres Bireuen yang membersihkan halaman sekolah menjadi suntikan semangat baru. “Terima kasih untuk Polres Bireuen yang telah membantu membersihkan halaman TK kami. Ini bukti bahwa Polri benar-benar hadir untuk masyarakat. Memang tepat, Polri untuk masyarakat,” ujar Nova dengan raut wajah penuh kegembiraan.
Kegiatan ini tidak hanya membersihkan lumpur, tetapi juga membersihkan trauma dan menumbuhkan harapan baru. Bagi anak-anak TK Tursina, hari itu menjadi pengalaman berharga—melihat langsung sosok polisi yang ramah, peduli, dan bekerja demi masa depan mereka. Sebuah pelajaran tentang kepedulian sosial yang akan mereka kenang sejak usia dini.[*/Red]
