LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Tim dokter gigi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan program pemulihan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang difokuskan pada edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta layanan skrining sederhana.
Ketua Tim, drg. Dian Samuel Hasudungan Sp Pros kepada media ini, Senin (23/02/2026) mengatakan, program ini bertajuk "Pemulihan Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat Pascabencana Banjir" di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.
Katanya, kegiatan ini melalui edukasi PHBS dan layayanan skrining sederhana itu dilaksanakan di sejumlah titik, termasuk di Kecamatan Bendahara dan Kejuruan Muda.
Ia menyampaikan, kondisi pascabanjir berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
“Keterbatasan akses air bersih dan perubahan pola hidup selama masa bencana menyebabkan meningkatnya risiko karies dan radang gusi,” ujar Dian.
Dijelaskannya, selain menyasar masyarakat umum, tim juga menggelar pemeriksaan dan edukasi di lingkungan sekolah.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
"Sebanyak 108 murid kelas I hingga VI di SD Negeri 07 Kuala Simpang mengikuti pemeriksaan gigi serta praktik menyikat gigi yang benar," sebut Dian.
Sementara itu, drg R. Handi Bramanto MH, salah seorang tim mengungkapkan, layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan gigi dan mulut, skrining kesehatan sederhana, konsultasi keluhan, serta pemberian edukasi mengenai teknik menyikat gigi dan pencegahan penyakit gigi dan mulut.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim menemukan masih tingginya kasus karies gigi dan gingivitis pada anak-anak maupun orang dewasa," ucap Handi.
Lebih lanjut dituturkannya, kondisi tersebut dinilai sebagai dampak lanjutan dari situasi darurat yang menyebabkan masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan dasar lain dibandingkan perawatan kesehatan gigi.
Handi menyampaikan, dallam kegiatan tersebut, tim juga melibatkan Nadia Umi Maharani drg Sp KG dan drg Sheryn Marcha Ramaniarasari MKes yang memberikan penyuluhan terkait pentingnya menjaga kebersihan gigi dua kali sehari, pemilihan alat dan bahan perawatan yang tepat, serta deteksi dini gangguan kesehatan gigi.
"Melalui program ini, UNESA menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pemulihan kesehatan masyarakat terdampak bencana melalui pendekatan promotif dan preventif," kata Dian.
Dikatakannya, Perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi krisis kesehatan pascabencana.
Kepala SD Negeri 07 Kuala Simpang, ia mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai meningkatkan pengetahuan siswa sekaligus mendorong penerapan PHBS di lingkungan sekolah.[*/Red]
