LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) angkatan 2024, Zalfa Zalikha Sumardin, terpilih sebagai peserta SCORE Research Exchange 2026 yang akan diselenggarakan di Lithuanian University of Health Sciences, Kaunas, Lithuania.
Program pertukaran riset internasional yang berada di bawah naungan Standing Committee on Research Exchange (SCORE) dari International Federation of Medical Students' Associations (IFMSA) ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa kedokteran untuk mengembangkan kompetensi penelitian, memperluas jejaring akademik internasional, serta memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan riset global. Selain aktif sebagai mahasiswa, Zalfa juga mengemban amanah sebagai Project Coordinator Team for SCORE and SCOPH CIMSA FK USK 2025–2026.
Pada program tersebut, Zalfa akan menjalankan penelitian di Institute of Anatomy dengan topik "Structural Organisation and Immunohistochemistry of the Human Intrinsic Cardiac Nervous System" di bawah bimbingan Prof. Neringa Paužienė dan Prof. Dainius H. Pauža.
Penelitian ini berfokus pada kajian neuroanatomi intrinsic cardiac nervous system (ICNS) beserta berbagai subpleksusnya. Selain mendalami aspek teoretis, peserta juga akan memperoleh pengalaman praktik laboratorium, mulai dari pengambilan jaringan hingga proses pewarnaan menggunakan metode imunohistokimia.
SCORE Research Exchange merupakan salah satu program unggulan IFMSA yang mempertemukan mahasiswa kedokteran dari berbagai negara untuk berkolaborasi dalam bidang penelitian. Program ini menawarkan empat tipe penelitian, yaitu Basic Science, Clinical Research with Labwork, Clinical Research without Labwork, dan Global Action Project, yang dapat dipilih sesuai minat dan bidang penelitian peserta.
Dalam kesempatan ini, Zalfa akan mengikuti tipe Basic Science, yang berfokus pada penelitian dasar di laboratorium. Selama program berlangsung, peserta juga akan mengikuti berbagai kegiatan akademik, seperti journal club, diskusi bersama kelompok riset (research group), serta penyusunan dan presentasi poster ilmiah sebagai luaran penelitian.
Selain kegiatan akademik, peserta juga akan mengikuti rangkaian Social Program yang menjadi bagian penting dari SCORE Research Exchange. Melalui program ini, peserta akan diperkenalkan dengan budaya, kehidupan masyarakat, serta lingkungan akademik di Lithuania melalui berbagai kegiatan, seperti kunjungan ke kawasan pesisir, hutan, museum, dan destinasi budaya lainnya.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara diharapkan dapat memperluas wawasan global sekaligus membangun jejaring persahabatan dan kolaborasi internasional yang berkelanjutan.
Menjelang keberangkatannya, Zalfa mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh dan berharap program ini dapat menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan penelitian sekaligus memperluas perspektif internasional. "Turn your doubts into horizons. Every new chapter begins with willingness. Let fate seal the journey. Sėkmės!" ungkapnya.
Ia berharap pengalaman yang akan diperoleh selama mengikuti program ini dapat menjadi bekal untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus menginspirasi mahasiswa lain agar berani memanfaatkan berbagai peluang akademik di tingkat internasional.
Sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi mahasiswa dalam program internasional, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala menggelar kegiatan pelepasan secara daring yang dipimpin oleh Dekan FK USK, Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT., serta dihadiri oleh Kepala Subbagian Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan, Emi Nurmasyitah, S.E.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan arahan, motivasi, serta doa kepada mahasiswa yang akan membawa nama baik fakultas dan universitas di kancah internasional.
Dalam sambutannya, Safrizal menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional tidak hanya membawa nama baik pribadi, tetapi juga menjadi representasi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Universitas Syiah Kuala, bahkan Indonesia di mata dunia.
"Ketika berada di sana, Anda tidak hanya mewakili diri sendiri, tetapi juga mewakili institusi, bangsa, dan negara. Tunjukkan semangat belajar, sikap profesional, serta keramahan yang menjadi karakter kita. Kami juga berharap pengalaman ini dapat membuka jejaring dan peluang kerja sama yang lebih luas antara Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dengan institusi di luar negeri," ujar Safrizal.

