Kegiatan yang digagas oleh Wakil DPRK Bireuen Fraksi PKB, Surya Dharma, SH, ini menjadi refleksi nyata dalam memperingati World Ocean Day (Hari Laut Sedunia). Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Almuslim (Umuslim), siswa-siswi SMA Negeri 1 Gandapura, MAN Model, SMK Gandapura, para guru pendamping, hingga masyarakat sekitar yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
Sejak pagi hari, para relawan terlihat antusias menyusuri kawasan pesisir Pantai Pante Cemara hingga wilayah Gampong Alue Mangki. Dengan mengenakan sarung tangan dan membawa kantong sampah berukuran besar, mereka memungut berbagai jenis sampah yang berserakan di sepanjang pantai, baik sampah plastik, kemasan makanan maupun limbah lainnya yang berpotensi mencemari laut.
Pantai Pante Cemara sendiri merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bireuen yang diresmikan pada 5 Agustus 2023 oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi saat itu, Dr. Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd, sebagai bagian dari pengembangan objek wisata desa.
Saat ini, kawasan tersebut semakin ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Berbagai usaha kuliner masyarakat tumbuh di sepanjang pantai, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Namun meningkatnya aktivitas wisata juga membawa tantangan berupa bertambahnya volume sampah yang perlu ditangani bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Surya Dharma yang turut terjun langsung memungut sampah bersama para relawan, didampingi unsur BKAD Gandapura dan keuchik Muhajir menegaskan bahwa menjaga kebersihan laut dan pantai merupakan tanggung jawab bersama sehingga penyadaran lingkungan dan sampah menjadi tantangan di Kabupaten Bireuen.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
"Hari Laut Sedunia tidak cukup diperingati dengan seremonial semata. Yang paling penting adalah aksi nyata edukasi penyadaran Lingkungan (education awarenes) . Laut yang bersih akan menjaga ekosistem, mendukung sektor perikanan, meningkatkan daya tarik wisata, dan pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai memahami dan menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah.
"Sampah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Jika dikelola dengan baik, sebagian sampah bahkan memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Aksi Bersih Pantai, selanjutnya dalam edukasi Tarmizi yang didampingi Ketua pelaksana Gunawan, dari HMJ Fakultas Kehutanan Umuslim, memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Menurutnya, sampah yang dibuang sembarangan tidak hanya merusak keindahan pantai, tetapi juga mengancam kehidupan biota laut serta kesehatan manusia melalui rantai makanan.
Aksi bersih pantai ini menjadi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi antara generasi muda, dunia pendidikan, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan kesadaran untuk menjaga kebersihan laut dan pantai terus tumbuh demi mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.
"Pantai yang indah lahir dari tangan-tangan yang peduli, bukan hanya dari keindahan alam semata."
"Jangan tinggalkan jejak sampah, tinggalkan jejak kepedulian."
"Bersih pantainya, sehat lautnya, sejahtera masyarakatnya."

