-->

Mewakili Bupati Bireuen, Asisten I Setdakab Mulyadi, SH., MM Canangkan Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai, 500 Pohon Ditanam di Gampong Kulu

11 Juli, 2026, 12.47 WIB Last Updated 2026-07-11T05:47:34Z
LINTAS ATJEH | BIREUEN - Mewakili Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SH., MM, secara resmi membuka Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai Berkelanjutan yang digagas Himpunan Mahasiswa Ilmu Lingkungan (HIMAILU) Fakultas Teknik Universitas Almuslim, Sabtu (11/07/2026), di Gampong Kulu, Kecamatan Kutablang.

Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian lingkungan tersebut diisi dengan penanaman 500 batang pohon di sepanjang bantaran sungai serta aksi gotong royong membersihkan kawasan sungai. Adapun jenis pohon yang ditanam terdiri atas mahoni, trembesi, durian, dan jambu air, yang dipilih karena memiliki manfaat ekologis dalam memperkuat bantaran sungai, meningkatkan daerah resapan air, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.

Dalam sambutannya, Mulyadi, SH., MM menyampaikan apresiasi dan penghargaan dari Bupati Bireuen kepada HIMAILU Universitas Almuslim beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi gerakan nyata menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, gerakan tersebut tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan investasi kehidupan yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

«"Atas nama Bupati Bireuen, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, mahasiswa, pemerintah, aparat, dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan. Penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan investasi kehidupan. Pohon yang kita tanam hari ini akan menjadi pelindung bumi, menjaga sumber air, mencegah abrasi, serta memberikan manfaat bagi anak cucu kita," ujar Mulyadi.»

Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Bireuen pernah mengalami bencana banjir hidrometeorologi yang menimbulkan kerusakan di berbagai wilayah. Karena itu, upaya pemulihan harus dibarengi dengan langkah-langkah nyata dalam menjaga ekosistem, khususnya kawasan hulu dan bantaran sungai.

Mulyadi juga menyampaikan falsafah Aceh "Uteun Jaga Ie", yang bermakna hutan menjaga air. Menurutnya, keberadaan hutan dan pepohonan merupakan kunci utama dalam menjaga keseimbangan alam, mencegah banjir, serta menjamin ketersediaan sumber air bagi kehidupan masyarakat.

Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi, yakni menjaga, merawat, dan melestarikan alam sebagai warisan bagi generasi yang akan datang.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Sebagai tanda dimulainya kegiatan, Mulyadi menyatakan secara resmi pencanangan Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai Berkelanjutan.

«"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Gerakan Penanaman dan Konservasi Bantaran Sungai Berkelanjutan saya nyatakan dimulai. Mari kita hijaukan bumi, lestarikan sungai, karena sungai yang bersih dan hijau adalah warisan terbaik bagi generasi mendatang. Hijau lestari, sungai berseri," ucapnya.»

Ketua Panitia, Waisul Qarani (20), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan. Selain penanaman pohon, seluruh peserta juga melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang aliran sungai sebagai upaya menumbuhkan budaya menjaga kebersihan lingkungan.

Ia berharap pohon-pohon yang ditanam dapat terus dirawat sehingga tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat.

Usai pembukaan, seluruh tamu undangan bersama ratusan peserta secara bergotong royong menanam pohon di titik-titik yang telah ditentukan di sepanjang bantaran Sungai Gampong Kulu. Masing-masing instansi dan pemangku kepentingan turut menanam pohon pada lokasi yang telah diberi penanda sebagai bentuk komitmen bersama menjaga lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Setdakab Bireuen Mulyadi, SH., MM, perwakilan Kejaksaan Negeri Bireuen dari Staf Intelijen Andri, mewakili Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani, Kapolsek Gandapura Iptu Jusman, S.Sos, Camat Kutablang Erizal, Ketua PK KNPI Kutablang Zurimaldini, perwakilan Posramil Kutablang Sertu Huwaisyi, Keuchik Gampong Kulu Saiman, Wakil Rektor Universitas Almuslim Drh. Zulfikar, M.Si.

Selanjutnya Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan Ir. Maysa Fitri, SST., MT, Wakil Dekan Fakultas Teknik Ir. Richard Moreno, MT, serta ratusan mahasiswa Universitas Almuslim, Universitas Islam Kebangsaan (UNIKI), Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH), Universitas Islam Aceh (UIA) Bireuen, dan puluhan siswa MAN 3 Bireuen yang aktif dalam kegiatan peduli lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, aparat penegak hukum, organisasi kepemudaan, pemerintah gampong, dan masyarakat terus diperkuat dalam mewujudkan Kabupaten Bireuen yang hijau, lestari, tangguh terhadap perubahan iklim, serta mampu menjaga keberlanjutan sumber daya alam untuk masa depan.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini