-->

Fantastis, Siswa SMAN 1 Banda Aceh Raih Medali Emas dan Perak di Kompetisi Internasional

31 Agustus, 2026, 15.38 WIB Last Updated 2026-08-31T08:38:16Z
LINTAS ATJEH   |   BANDA ACEH - Prestasi membanggakan Provinsi Aceh di bidang pendidikan kembali ditorehkan oleh tim riset siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh.

Mereka sukses meraih satu medali emas dan satu medali perak pada ajang bergengsi 6th World Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC) 2026.

Kompetisi berskala internasional ini diselenggarakan oleh Universitas Pancasila (UP) Jarata, bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) ini diikuti oleh 248 tim yang mewakili 10 negara, berlangsung 5 sampai 14 Agustus 2026 lalu.

Kepala SMA Negeri 1 Banda Aceh, Muhibbul Khibri MPd kepada media ini, Senin (30/8/2026) mengatakan,  kompetisi yang dikakukan secara luring secara ini merupakan wadah adu gagasan dan inovasi terbesar bagi para ilmuwan muda. 

Disebutkannya, negara-negara yang mengikuti kompetisi tersebut adala, Amerika Serikat, Kanada, China, Iran, Korea Selatan, Meksiko, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia selaku tuan rumah. 

Muhibbul menjelaskan, seluruh tim berlaga dalam tujuh bidang strategis yang terbagi ke dalam kategori elementary, secondary, dan university.

"Di tengah persaingan ketat dengan negara-negara raksasa sains, dua tim dari SMA Negeri 1 Banda Aceh berhasil memukau dewan juri internasional melalui riset yang memadukan kearifan lokal dan inovasi ramah lingkungan," kata Muhibbul

Dikatakannya, medali emas berhasil ditorehkan oleh tim SMA Neheri 1 Banda Aceh pada kategori Social Science, melalui riset berjudul "The Thread of Tolerance: Developing Acculturated Gayo-Chinese Apparel Design for Cultural Sustainability and Economic Empowerment." Tim ini menyoroti harmonisasi budaya Gayo dan Tionghoa.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Ia menuturkan, riset ini tidak hanya menawarkan pelestarian warisan budaya melalui desain busana, tetapi juga mengulas potensi pemberdayaan ekonomi lokal. 

Lebih lanjut, Muhibbul menyampaikan, tim dari SMA Negeri 1 Banda Aceh beranggotakan Ihsan Langit Ramadhan, Jessica Julian Kosasih, Norish Danila, dan Siti Hawa, guru pembimbingnua Lora Sandita SPd

"Mereka sukses membuktikan bahwa isu toleransi dan akulturasi budaya memiliki nilai ilmiah, sosial, dan ekonomis yang tinggi di mata dunia," tandas Muhibbul.

Kemudian, Inovasi Kulit Jeruk Bali, mampu mempersembahkan medali perak, pada kategori Life Science melalui judul "Potential of Grapefruit (Citrus Maxima) Peel Extract as a Natural Photoprotective Agent in Sunblock Preparation,"

Muhibbul mengungkapkan, inovasi ini menawarkan solusi cerdas dan ramah lingkungan di bidang kesehatan kulit. Berkat kecerdasan dan kerja keras Khalisa Maghfirah Muthmainnah, Khansa Abdul, Nayla Fatatun Malichah, dan Syarifah Nurusysyifa dengan guru pembimbingnya Fathiya Nufus MPd berhasil membawa pulang medali perak.

"Llimbah kulit jeruk bali (grapefruit) berhasil diolah menjadi ekstrak pelindung alami dari sinar UV untuk bahan sunblock," imbuh kepala sekolah.

Muhibbul mengatakan, prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata bahwa siswa-siswi dari SMA Negeri 1 Banda Aceh mampu bersaing, beradaptasi, dan bersinar di tengah kompetisi sains tingkat dunia.

"Pihak sekolah menyatakan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi para siswa. Kemenangan ini bukan sekadar tentang medali, melainkan pembuktian bahwa kearifan lokal Aceh dan kepedulian terhadap lingkungan dapat diakui dan diapresiasi oleh komunitas ilmiah global," ujar mantan Kepala SMA Negeri 3 Banda Aceh ini.
"Torehan medali di ajang WSEEC 2026 ini tidak hanya mengharumkan nama SMA Negeri 1 Banda Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh saja, tetapi juga menjadi inspirasi besar bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya, meneliti, dan berinovasi demi kemajuan ilmu pengetahuan," tandasnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini