LINTAS ATJEH | BIREUEN - Kabar duka menyelimuti dunia musik Aceh. Teuku Andie, vokalis grup musik Seuramoë Reggae, dikabarkan meninggal dunia pada Senin (24/8/2026) waktu magrib di Rumah Sakit USK, Banda Aceh.
Kabar kepergian Teuku Andie menjadi duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sesama musisi serta masyarakat yang selama ini mengenal sosoknya.
Jenazah almarhum disebut masih berada di RS USK Banda Aceh dan direncanakan dimakamkan di Kutablang, Kabupaten Bireuen.
Kepergian Teuku Andie tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga berbagai kenangan manis bagi orang-orang yang pernah dekat dengannya.
Kenangan Terakhir Bersama Muhammad Idris dan Sri Wahyuni
Salah satu kenangan yang masih begitu melekat adalah momen Muhammad Idris bersama istrinya, Cut Sri Wahyuni, saat bertemu dengan almarhum Teuku Andie ketika berbelanja takjil dan sop buah untuk persiapan berbuka puasa pada Ramadan 1447 Hijriah.
Momen sederhana tersebut kini menjadi kenangan yang sangat berharga. Saat itu, ketika Muhammad Idris hendak membayar makanan dan minuman yang mereka beli, Teuku Andie justru dengan gaya khasnya mengatakan agar tidak perlu membayar.
“Jangan bayar, Bang. Ambil saja, ini sedekah Bang Andi,” kenang Muhammad Idris mengingat ucapan almarhum.
Ucapan sederhana tersebut kini terasa begitu mendalam. Sedekah kecil di bulan Ramadan itu ternyata menjadi salah satu kenangan terakhir yang akan selalu dikenang Muhammad Idris dan istrinya, Sri Wahyuni.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Bagi keduanya, pertemuan tersebut bukan sekadar membeli takjil dan sop buah untuk berbuka puasa. Di balik kesederhanaan momen itu, tersimpan kebaikan hati, keramahan dan canda seorang Teuku Andie yang kini telah pergi untuk selamanya.
Kenangan tersebut menjadi bukti bahwa kebaikan tidak selalu hadir dalam bentuk besar. Terkadang, sebuah pemberian sederhana, sebuah candaan dan perhatian kecil justru menjadi kenangan yang paling lama tinggal di hati.
Teuku Andie dikenal sebagai vokalis Seuramoë Reggae yang turut mewarnai perjalanan musik Aceh. Kepergiannya meninggalkan ruang kehilangan bagi keluarga, sahabat dan para pencinta musik yang mengenal kiprahnya.
Kini suara, canda dan kebaikan Teuku Andie hanya tinggal kenangan. Namun bagi mereka yang pernah menerima kebaikannya, setiap cerita tentang almarhum akan selalu menjadi bagian yang tidak mudah dilupakan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhum, menerima amal ibadah serta sedekahnya, melapangkan kuburnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, dan memberikan ketabahan serta keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Selamat jalan, Bang Andie. Sedekah dan kebaikanmu mungkin sederhana, tetapi kenangannya akan selalu hidup di hati kami.[*/Red]
