-->

Bukan Sekadar Maulid, Kantor Camat Kota Juang Bireuen Berbagi untuk 23 Anak Yatim dan Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

03 September, 2026, 18.46 WIB Last Updated 2026-09-03T11:46:51Z
LINTAS ATJEH | BIREUEN - Bukan sekadar menyajikan hidangan Maulid dan lantunan selawat, Kantor Camat Kota Juang, Kabupaten Bireuen, menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum berbagi dengan 23 anak yatim dari 23 gampong sekaligus memperkuat silaturahmi dan komitmen membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Kegiatan yang berlangsung Kamis (03/09/2026) itu turut dihadiri Bupati Bireuen bersama sejumlah pejabat daerah, para keuchik dan perangkat gampong.

Digelar secara swadaya, Maulid Kantor Camat Kota Juang justru tampil dalam suasana penuh kekeluargaan. Para staf ikut menyumbang untuk menyukseskan kegiatan, sementara Camat Kota Juang, Saifuddin, secara khusus menyumbangkan seekor kambing yang kemudian dimasak menjadi gulai kambing sebagai salah satu menu utama.

Lantunan selawat dari tim selawat salah satu dayah yang berada di sekitar Kantor Camat turut menghidupkan suasana. Namun, di balik kemeriahan tersebut, perhatian utama diarahkan kepada anak-anak yatim yang sengaja diundang dari seluruh gampong di Kecamatan Kota Juang.

Sebanyak 23 anak yatim—masing-masing satu orang dari setiap gampong—menerima santunan berupa sedekah dalam amplop serta nasi Maulid untuk dibawa pulang.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kita. Kita ingin Maulid tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim,” ujar Saifuddin.

Camat Saifuddin juga meluruskan bahwa kegiatan tersebut merupakan Maulid Kantor Camat Kota Juang, bukan Maulid Akbar Kecamatan Kota Juang.

“Maulid Akbar Kecamatan Kota Juang sudah kita laksanakan pada 12 Rabiul Awal pekan lalu di Masjid Lhok Awe. Yang kita laksanakan hari ini adalah Maulid Kantor Camat,” tegasnya.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Karena bersifat internal Kantor Camat, jumlah undangan dalam kegiatan tersebut memang dibatasi. Setiap gampong mengutus lima orang perwakilan yang terdiri dari keuchik, perangkat gampong dan unsur lainnya.

Meski demikian, kehadiran Bupati Bireuen bersama jajaran pemerintah daerah memberikan warna tersendiri. Bupati menyempatkan hadir di tengah kegiatan untuk bersilaturahmi dengan jajaran Kecamatan Kota Juang dan pemerintahan gampong.

Pertemuan tersebut tidak berhenti pada rangkaian seremonial keagamaan. Semangat Maulid kemudian menjadi ruang untuk membicarakan bagaimana pemerintahan di tingkat kecamatan dan gampong dapat terus dibenahi.
Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, terutama amanah, kejujuran, kepedulian dan pelayanan kepada umat, diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan sehari-hari.

Saifuddin menilai, semangat Maulid harus mampu diterjemahkan menjadi semangat bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Semangat Maulid harus kita bawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Keteladanan Rasulullah SAW menjadi inspirasi bagi kita untuk membangun kebersamaan, meningkatkan pelayanan dan memperbaiki tata kelola pemerintahan,” katanya.

Bagi Kantor Camat Kota Juang, peringatan Maulid tahun ini akhirnya memiliki makna yang lebih luas. Selawat menggema, hidangan tersaji, anak yatim disantuni, dan pemerintah duduk bersama membicarakan pelayanan.
Pesan yang ingin ditinggalkan pun sederhana: Maulid bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk menghidupkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini