-->

Camat Pandrah Panen Perdana Melon Golden, Bumdesa Sulap Lahan Tidur Jadi Sentra Pertanian

16 September, 2026, 19.20 WIB Last Updated 2026-09-16T12:20:52Z
LINTAS ATJEH | BIREUEN – Camat Pandrah, Juanda Abdullah, SE, MM, turun langsung ke lahan pertanian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jroeh Sabe Gampong Alue Igueh, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Rabu (16/09/2026).

Kehadiran Camat Pandrah tersebut dalam rangka menyaksikan sekaligus ikut memanen perdana tanaman melon yang dikembangkan

BUMDes Jroeh Sabe melalui program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2025.

Juanda Abdullah tampak antusias memetik langsung buah melon Golden bersama warga dan para pekerja. Suasana panen berlangsung penuh semangat, terlebih hasil tanaman tersebut telah memasuki masa panen dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Senang bisa turun langsung dan ikut memetik melon bersama masyarakat. Ini menunjukkan bahwa lahan desa dapat dikembangkan menjadi lahan produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Juanda.

Selain memanen melon, Camat Pandrah juga meninjau tanaman semangka nonbiji yang berada di sekitar lahan tersebut. Tanaman semangka nonbiji seluas sekitar 2 rante saat ini baru berusia sekitar 30 hari dan masih dalam tahap pertumbuhan.

Menariknya, lahan pertanian Gampong Alue Igueh tersebut berada berdekatan dengan lokasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sehingga kawasan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai kawasan ekonomi produktif desa yang saling mendukung.

Ketua BUMDes Jroeh Sabe Gampong Alue Igueh, Muhajir (22), mengatakan panen perdana dilakukan dari lahan melon jenis Super Jumbo Bumer dan Golden yang dikembangkan melalui program ketahanan pangan bidang pertanian.

“Luas lahan yang ditanami melon sekitar 1,5 hektare. Untuk panen perdana ini diperkirakan menghasilkan sekitar 4 ton,” kata Muhajir.

Hasil panen tersebut langsung ditampung oleh AJM (Agung Jaya Melon) untuk selanjutnya dipasarkan ke pasar lokal di Kabupaten Bireuen maupun ke luar daerah. Pengembangan pemasaran juga diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas apabila produksi dan kualitas tanaman terus meningkat.

Muhajir didampingi Sekretaris BUMDes Muhammad Yani (33) dan Bendahara Syakya (52) bersama Camat Pandrah saat memantau proses pemanenan yang dilakukan para pekerja.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Ia menjelaskan, sebagian lahan yang digunakan sebelumnya merupakan sawah gampong, sementara sebagian lainnya merupakan lahan kering dan lahan tidur yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Lahan yang digunakan untuk penanaman melon sekitar 6.000 meter persegi atau setengah hektare. Secara keseluruhan terdapat sekitar 1,5 hektare lahan yang dikembangkan,” jelasnya.

Salah satu kendala yang sebelumnya dihadapi adalah ketersediaan air. Melalui program ketahanan pangan, BUMDes mendapatkan dukungan satu paket pembangunan sumur bor manual dengan kedalaman sekitar 35 meter dengan enam batang pipa.

Keberadaan sumur tersebut membantu memenuhi kebutuhan air tanaman melon sekaligus memungkinkan lahan yang sebelumnya kering dan tidak produktif kembali dimanfaatkan.

Karena masih dalam tahap belajar mengembangkan komoditas melon, pengelola BUMDes juga mendapatkan pendampingan teknis dari Abi Iskandar, guru MIN Blang Blahdeh yang merupakan bagian dari tim teknis Kabupaten Bireuen bidang tanaman melon.

“Karena kami belum berpengalaman, kami mendapat pendampingan teknis. Dengan adanya pendampingan, kami lebih mudah mengenali penyakit seperti daun keriting, buah pecah dan serangan hama lainnya, sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Muhajir.

Dalam aspek pemasaran, BUMDes Jroeh Sabe juga menjalin kerja sama dengan Agus Melon selaku Direktur AJM Agung Jaya Melon yang membantu menampung dan memasarkan hasil produksi.

Sementara itu, Keuchik Gampong Alue Igueh, Heriyadi, berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus diberikan, terutama untuk pengembangan sarana pengairan.

Menurutnya, masih terdapat lahan di sekitar lokasi tanaman melon yang belum dimanfaatkan dan berpotensi dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif.

“Kami berharap dukungan untuk pengembangan sumur bor dan sarana pertanian lainnya, sehingga lahan yang masih kosong dapat dimanfaatkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” harap Heriyadi.

Panen perdana melon BUMDes Jroeh Sabe ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mengubah lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi lahan pertanian bernilai ekonomi.
Pengembangan melon dan semangka nonbiji di Gampong Alue Igueh diharapkan dapat berlanjut secara berkelanjutan, meningkatkan pendapatan BUMDes, membuka lapangan kerja serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini