LINTAS ATJEH | ACEH TIMUR - Kehadiran Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky, S.H.I., M.Si., bersama istri, Dr. Lismawasi, S.H.I., M.Si., di tengah suasana duka keluarga Muntasir Age menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang sedang kehilangan orang tercinta.
Bupati bersama istri menyambangi rumah duka di Gampong Kabu, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, Sabtu (19/09/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mengikuti tahlil atas meninggalnya Ibrahim bin Angkasah, mertua Muntasir Age yang juga Direktur PT ATEM.
Almarhum Ibrahim Kasah telah meninggal dunia lima hari sebelumnya. Rumah duka di Gampong Kabu dipenuhi keluarga, kerabat dan masyarakat yang datang untuk menyampaikan doa serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Bupati Aceh Timur bersama istri turut duduk bersama keluarga, mengikuti rangkaian tahlil dan mendoakan almarhum agar mendapatkan ampunan serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah sebelumnya Bupati Aceh Timur bersama istri menghadiri acara pesta di Gampong Seneubok Baro, Kecamatan Peureulak Barat. Di sela agenda tersebut, Bupati menyempatkan diri mendatangi rumah duka sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga Muntasir Age.
Muntasir Age menyampaikan terima kasih kepada Bupati Aceh Timur dan istri yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung ke rumah duka.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu yang telah menyempatkan waktu hadir ke rumah kami. Kehadiran dan perhatian beliau di tengah suasana duka seperti ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” ujar Muntasir Age.
Menurutnya, kehadiran orang-orang terdekat dan perhatian dari berbagai pihak menjadi kekuatan tersendiri bagi keluarga untuk menghadapi kehilangan tersebut.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur menyampaikan pesan agar keluarga yang ditinggalkan tidak larut dalam kesedihan. Ia mengajak Muntasir Age bersama keluarga untuk tetap sabar, ikhlas dan kuat menghadapi cobaan.
“Yang paling utama adalah sabar dan ikhlas. Kita semua tentu merasakan kehilangan, tetapi kita harus tetap kuat. Kehidupan harus terus berjalan. Saling menguatkan dan saling peduli menjadi hal yang penting dalam menghadapi suasana seperti ini,” pesan Bupati.
Bupati juga mengajak keluarga untuk terus menjaga kebersamaan dan silaturahmi. Menurutnya, dukungan keluarga, kerabat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memberikan kekuatan ketika seseorang sedang menghadapi musibah.
“Jangan merasa sendiri. Kita harus saling peduli dan saling menguatkan. Semoga keluarga diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan. Mari kita doakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” lanjutnya.
Kehadiran Bupati Aceh Timur di rumah duka menjadi gambaran bahwa kepedulian seorang pemimpin tidak hanya hadir ketika masyarakat berada dalam suasana bahagia, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi musibah dan kehilangan.
Bagi keluarga Muntasir Age, kunjungan tersebut bukan hanya sebatas silaturahmi. Kehadiran langsung Bupati bersama istri memberikan dukungan moril dan pesan agar keluarga mampu melewati masa duka dengan sabar, ikhlas dan penuh keteguhan.
Dari rumah duka Gampong Kabu, pesan yang mengemuka adalah tentang kekuatan menghadapi kehilangan: tetap sabar, tetap ikhlas, saling menguatkan, terus peduli dan bangkit untuk melanjutkan kehidupan.[MI/Red]
