LINTAS ATJEH | BIREUEN - Turnamen sepak bola dalam rangka HUT Legend Persipura Gandapura 2026 terus berlangsung meriah. Memasuki hari ketujuh pertandingan, laga Cot Tufah Putra FC menghadapi Ujong Pusong, Aceh Utara, menjadi salah satu pertandingan yang menyedot perhatian penonton.
Pertandingan yang berlangsung Selasa sore, 15 September 2026, di Lapangan Bola Gampong Keude Lapang, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, tersebut disaksikan sekitar seribuan penonton.
Cot Tufah Putra FC yang tampil dengan jersey putih-hijau tampil agresif sejak awal pertandingan. Sementara Ujong Pusong menggunakan jersey merah.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-8. Akil, pemain bernomor punggung 09 Cot Tufah Putra, berhasil merobek gawang Ujong Pusong yang dikawal Wawan.
Cot Tufah Putra kembali memperbesar keunggulan pada menit ke-25. Akil kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sebuah terobosan yang berhasil menaklukkan pertahanan Ujong Pusong. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, kedua kesebelasan terus memperagakan permainan terbuka. Sejumlah talenta muda yang pernah memperkuat klub besar di Bireuen maupun Aceh Utara turut menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan ribuan penonton.
Pada menit ke-42, Akil kembali mencetak gol ketiganya sekaligus membawa Cot Tufah Putra unggul 3-0.
Memasuki menit ke-52, Sadikul nomor punggung 6 menutup pesta gol Cot Tufah Putra melalui tendangan keras yang berhasil menembus gawang Ujong Pusong. Skor akhir Cot Tufah Putra 4-0 Ujong Pusong.
Dalam pertandingan tersebut, wasit mengeluarkan dua kartu kuning, seluruhnya diberikan kepada pemain Ujong Pusong. Pertandingan berlangsung ketat namun tetap terkendali hingga peluit panjang dibunyikan.
Ketua Perlombaan Sepak Bola HUT Legend Persipura Gandapura 2026, Azhar, berharap seluruh pertandingan dapat berjalan aman, damai dan menjunjung tinggi sportivitas.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
“Kami berharap seluruh tim dapat bermain secara damai dan menjunjung tinggi sportivitas. Turnamen ini bukan hanya mencari juara, tetapi juga menjadi wadah mencari bibit-bibit unggul generasi penerus sepak bola,” ujar Azhar.
Menurutnya, salah satu ketentuan penting dalam turnamen tersebut adalah setiap klub atau gampong wajib menurunkan sedikitnya enam pemain yang merupakan warga gampong asal klub. Selebihnya, klub diperbolehkan menggunakan pemain dari luar gampong.
Ketentuan tersebut diharapkan mampu memberikan ruang bagi talenta lokal untuk berkembang dan menjadi pemain yang nantinya dapat tampil pada kompetisi dengan level lebih tinggi, termasuk tingkat nasional.
Turnamen ini diikuti 16 klub dengan sistem gugur. Setiap pertandingan berlangsung selama 35 menit x 2 babak.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp28 juta, dengan rincian juara pertama Rp15 juta, juara kedua Rp10 juta, serta penghargaan Top Skor Rp1 juta dan Pemain Terbaik Rp1 juta.
Pertandingan dipercayakan kepada perangkat pertandingan dari Asosiasi Wasit Sepak Bola Kabupaten (Askap) Bireuen. Ilyas Ishak bertugas sebagai pengawas pertandingan, sementara Ahmad Roel Pahmi sebagai wasit utama, dibantu asisten wasit Azbich Futrih dan Faiz Sam.
Turnamen tersebut telah dimulai sejak Rabu, 9 September 2026, dan memasuki hari ketujuh pada Selasa, 15 September 2026.
Kelancaran pertandingan juga mendapat dukungan pengamanan dari unsur Polsek Gandapura, Koramil 08/Gandapura serta pihak Kecamatan Gandapura, mengingat turnamen tersebut merupakan salah satu agenda sepak bola besar yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan menerapkan tiket bagi penonton.
Ketua panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen, di antaranya PT Syaukat Sejahtera (Bos Payeh Jabet), Dua Putra Simpang Leubu, Kahawa Kupi, Pojok Ponsel, Alun-Alun Ponsel, Alif Warkop & Doorsmeer, Percetakan Printing Krueng Mane, Mula Store Ponsel Gurugok, Safri Jaya Mobil Showroom Cot Tufah (SJM), serta sejumlah sponsor dan dukungan individu lainnya, termasuk Ketua DPD PAN Bireuen, Iswahyudi,S. IP atau yang akrab dikenal Bos Yudi,

