LINTAS ATJEH | BIREUEN - Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Aceh memadati rangkaian Haul Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau yang lebih dikenal dengan Habib Bugak, sebuah momentum keagamaan yang tidak hanya mengenang sosok ulama Aceh, tetapi juga menghidupkan kembali keteladanan wakaf, ilmu, amal dan kepedulian kepada sesama.
Haul berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan keagamaan yang diikuti para ulama, santri, masyarakat serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bireuen.
Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi dengan pembacaan Yasin, Ratib dan Maulid Simtuddurrar. Setelah itu jamaah melaksanakan ziarah ke makam Habib Bugak, dilanjutkan sambutan panitia dan pembacaan manaqib untuk mengenang perjalanan hidup, perjuangan serta keteladanan beliau.
Pembacaan Ratib Maulid Simtuddurrar sebelumnya dilakukan oleh keluarga besar Habib Bugak, di antaranya Habib Mukhsin bin Khatim Al-Habsyi. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan ziarah kubur yang dipimpin ulama.
Dalam laporan panitia, Sayed Jamaluddin bin Yunus Al-Habsyi menyampaikan rangkaian kegiatan sekaligus mengajak jamaah untuk mengenal lebih dekat sosok Habib Bugak melalui pembacaan manaqib, sebagai upaya mengambil hikmah dari perjalanan hidup dan amal jariyah beliau.
Salah satu pesan kuat yang kembali mengemuka dalam Haul Habib Bugak adalah warisan wakaf yang beliau amanahkan di Tanah Suci Makkah.
Wakaf tersebut diperuntukkan bagi jamaah haji asal Aceh, masyarakat Aceh yang bekerja di Makkah, serta putra-putri Aceh yang menempuh pendidikan di Makkah.
Warisan tersebut menjadi gambaran bahwa kebaikan yang dilakukan dengan keikhlasan dapat terus memberikan manfaat kepada banyak orang dan dirasakan lintas generasi.
Wakaf bukan sekadar harta yang diberikan. Wakaf adalah kebaikan yang terus berjalan, bahkan ketika orang yang mewakafkannya telah tiada.
Karena itu, Haul Habib Bugak tidak berhenti pada kegiatan mengenang seorang ulama. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi ruang untuk menghidupkan kembali semangat keikhlasan, kepedulian, berbagi, menuntut ilmu dan meninggalkan amal yang memberikan manfaat bagi generasi setelahnya.
Suasana haul semakin khidmat ketika pesan dari keluarga besar Habib Bugak yang berada di Makkah turut disampaikan kepada jamaah.
Pesan tersebut disampaikan oleh Syeh Muaz, ulama dari Kairo, Mesir, yang hadir dalam rangkaian Haul Habib Bugak. Pesan disampaikan dalam bahasa Arab dan diterjemahkan kepada jamaah melalui penerjemah dari kalangan habaib.
Kehadiran dan penyampaian pesan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian haul, terutama untuk menyampaikan salam serta pesan keluarga besar Habib Bugak dari Makkah kepada para jamaah yang hadir.
Dalam naskah acara, Syeh Muaz disebut sebagai salah seorang ulama dari Kairo, Mesir, yang hadir dalam acara Haul Habib Bugak.
Ribuan undangan yang hadir terdiri atas perwakilan santri dari berbagai wilayah Aceh, masyarakat, para ulama, tokoh serta Forkopimda Bireuen.
Semangat kepedulian sosial juga diwujudkan dalam rangkaian Haul Habib Bugak melalui penyerahan santunan kepada 50 anak yatim.
Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis kepada tujuh orang perwakilan. Dalam kegiatan tersebut turut terlibat Sayid Arifin Al-Habsyi, Bupati Bireuen, Habib Abdullah bin Ja’far Al-Habsyi, Sayid Maimun, Edi Obama dan Ketua Rabitah Habib Umar.
Santunan tersebut merupakan sumbangan dari Zubir Muhammad, SE., MM., Bendahara PPP, yang diniatkan sebagai amal jariah bagi dirinya dan keluarga.
Setelah rangkaian santunan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Habib Abdullah bin Ja’far Al-Habsyi dari Jakarta, kemudian doa bersama. Tausiah menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan jamaah kepada para ulama serta mengambil hikmah dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Haul Habib Bugak pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu.
Ia menjadi pengingat bahwa ilmu, wakaf, kepedulian dan amal yang dilakukan dengan ikhlas dapat meninggalkan jejak panjang dalam kehidupan umat.
Habib Bugak telah meninggalkan keteladanan melalui wakaf dan amal jariyah yang manfaatnya terus dikenang. Kini, nilai tersebut menjadi tanggung jawab generasi hari ini untuk dijaga, dilanjutkan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Sebagaimana pesan dalam rangkaian acara, semangat Habib Bugak diharapkan terus menginspirasi masyarakat untuk berwakaf, beramal, menuntut ilmu dan memberikan manfaat bagi sesama.
Sebab manusia boleh pergi, tetapi kebaikan yang ditanam dengan ikhlas dapat terus hidup, tumbuh dan memberi manfaat bagi orang lain.
Rangkaian acara Haul, sebagai berikut:
- 09.00 WIB: Pembacaan Yasin, Ratib dan Maulid Simtuddurrar.
- 10.30 WIB: Ziarah makam.
- 10.45 WIB: Sambutan panitia.
- 10.55 WIB: Pembacaan Manaqib Habib Bugak.
- 11.15 WIB: Ceramah/tausiah.
- 12.15 WIB: Makan siang dan rangkaian penutup.


