-->

Dari Benang Menjemput Masa Depan, Anak Puteri Al Misbah Ditempa Jadi Generasi Mandiri

27 September, 2026, 20.08 WIB Last Updated 2026-09-27T13:08:24Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Sebuah jarum, sehelai kain dan benang mungkin terlihat sederhana. Namun di tangan anak-anak puteri Asrama Penyantun Al Misbah Banda Aceh, ketiganya menjadi awal untuk menenun masa depan.

Bukan sekadar belajar menjahit, para remaja puteri tersebut sedang dibekali keterampilan hidup (life skill) agar tumbuh menjadi generasi yang kreatif, produktif dan percaya diri menghadapi tantangan masa depan.

Semangat pemberdayaan itu diwujudkan melalui Pelatihan Menjahit yang digelar di Balee Puteri, Punge, Banda Aceh, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengurus Asrama Penyantun Al Misbah dalam memperkuat kapasitas anak-anak asrama, khususnya puteri. Pendidikan formal tetap menjadi fondasi, namun keterampilan praktis juga dipandang penting sebagai bekal menghadapi perkembangan dunia usaha dan kehidupan sosial yang semakin dinamis.

Dari ruang belajar, mereka tidak hanya diajarkan bagaimana membuat sebuah produk, tetapi juga bagaimana memiliki keberanian untuk berkarya dan menciptakan peluang.

Pembina anak-anak puteri Asrama Penyantun Al Misbah, Suhartina, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk memanfaatkan waktu secara positif sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki.

«“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak puteri. Mereka dapat memaksimalkan waktu yang ada dengan melakukan kegiatan bermanfaat untuk pengembangan diri ke arah yang lebih positif,” ujarnya.»

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga anak-anak semakin kreatif, mampu berinovasi dan menghasilkan produk yang memiliki manfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM 

Antusiasme peserta pun terlihat selama pelatihan berlangsung. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan penuh semangat dan mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya belum mereka miliki.

Salah seorang peserta, Mutia, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut.

«“Kegiatan menjahit ini sangat menyenangkan dan seru. Kami mendapatkan suasana, tutor dan ilmu baru yang sebelumnya tidak pernah kami ketahui,” ungkapnya.»

Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian remaja puteri melalui keterampilan yang dapat terus diasah dan dikembangkan.

Keterampilan menjahit dapat menjadi bekal untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga, sekaligus membuka peluang produktif apabila dikembangkan secara serius.

Sebab pemberdayaan bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi tentang menyalakan kemampuan agar seseorang mampu menciptakan jalan bagi masa depannya sendiri.

Dari satu keterampilan, lahir kepercayaan diri. Dari kepercayaan diri, tumbuh keberanian untuk berkarya. Dan dari karya, terbuka peluang menuju kemandirian ekonomi keluarga.

Karena itu, setiap jahitan hari ini bukan sekadar menyatukan potongan kain.

Ia sedang menyatukan harapan, keterampilan dan cita-cita untuk masa depan yang lebih mandiri.

Asrama Penyantun Al Misbah, mendidik, memberdayakan dan menyiapkan generasi untuk mampu berkarya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini