LINTAS ATJEH | PIDIE JAYA - Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi SPt SIK MH meggelar kegiatan saweu sikula di SMA Negeri 1 Meureudu dengan memimpin upacara bendera di SMA Negeri 1 Meureudu, Senin (21/09/2026).
Dari bulliring hingga judi online, jangan sampai masa depan jadi taruhan, adalah topik penyampaian dari Kapolres Pidie Jaya pada upacara yang berlangsungsung khidmat itu.
Upacara yang dilaksanakan pada pagi hari tersebut diikuti Kacabdisdik Pidie Jaya Razali MPd, Kasat Binmas Polres, Iptu Fadlullah SH, Kapolsek Meureudu, AKP Mustafa Kamal SPdI, Kepala SMA Negeri 1 Meureudu Abubakar MPd, dewan guru, para peserta didik, dan personel Polres dan Polsek setempat.
Kapolres Pidie Jaya, Tendri Wardi kepada media ini, Selasa (22/9) mengingatkan, para peserta didik agar mampu menjaga diri di tengah perkembangan zaman dan memahami batas antara hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
“Adik-adik sekalian, kalian adalah masa depan bangsa. Di era modern ini banyak jebakan yang dapat merusak masa depan jika tidak waspada dan memahami hukum,” ujar Tendri Wardi.
Kapolres juga mengatakan, para pelajar agar mampu membagi waktu dengan kegiatan positif, berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta memahami konsekuensi dari berbagai perilaku yang dapat berdampak pada masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyoroti empat persoalan yang dinilai perlu menjadi perhatian serius di kalangan remaja, yakni perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, judi online, serta kekerasan seksual dan perilaku asusila di ruang digital.
Terkait perundungan, Kapolres mengingatkan bahwa tindakan mengejek, memukul, mengucilkan hingga melakukan penghinaan melalui media sosial bukan sekadar candaan, tetapi dapat memiliki konsekuensi hukum.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Para siswa juga diingatkan untuk menjauhi narkoba. Kapolres menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkotika dapat merusak kesehatan, masa depan dan berimplikasi pada persoalan hukum.
Selain itu, fenomena judi online turut menjadi perhatian. Para pelajar diminta tidak tergiur dengan berbagai aplikasi atau tautan yang menawarkan keuntungan instan karena dapat menimbulkan kecanduan dan kerugian.
Kapolres juga mengingatkan, para siswa agar berhati-hati dalam menggunakan telepon seluler dan media sosial, khususnya terkait sex calling, permintaan foto atau video pribadi, serta penyebaran konten bermuatan seksual tanpa persetujuan.
Pesan tersebut juga dikaitkan dengan nilai-nilai agama. Kapolres mengingatkan para pelajar agar menjaga kehormatan diri, menghormati orang lain, serta menjauhi perilaku yang dilarang dalam ajaran Islam.
Di akhir amanatnya, Tendri Wardi mengajak seluruh peserya didik SMA Negeri 1 Meureudu untuk menggunakan teknologi secara bijak.
“Semua katakan, TIDAK pada perundungan, narkoba, judi online, dan perilaku asusila. Manfaatkan HP dan internet untuk belajar, berkarya dan mengukir prestasi, bukan untuk merusak masa depan sendiri,” pesannya.
Kapolres juga mengajak para pelajar untuk saling menjaga dan melindungi, sehingga dapat menjadi generasi yang membanggakan orang tua, sekolah dan agama.



