LINTAS ATJEH | BIREUEN - Upacara bendera di halaman MAN 3 Bireuen, Senin (14/9/2026), berlangsung khidmat. Namun, momentum rutin tersebut berubah menjadi ruang edukasi bagi sekitar 600 siswa dan 70 guru, setelah Kapolsek Peusangan Raya, Iptu Riza Saputra, SE, hadir sebagai pembina upacara.
Dengan jumlah 21 rombongan belajar (rombel), seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib. Pemimpin upacara, Faiz Al Muhtami, siswa kelas III A, dengan tegas menyiapkan masing-masing pasukan untuk menyambut pembina upacara.
Suasana semakin khidmat ketika tiga siswi pembawa bendera memasuki lapangan. Mereka adalah Salwa Miranda, siswi kelas III B yang pernah menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Bireuen tahun 2025, bersama dua rekannya dari kelas III C sekaligus anggota OSIM, Zahwa Nazira dan Hafiza Ilmi.
Sebelum memasuki agenda amanat, peserta mengikuti hening cipta yang dipimpin oleh pembina upacara sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.
Dalam amanatnya, Iptu Riza Saputra tidak sekadar menyampaikan pesan kedisiplinan, tetapi mengajak para pelajar dan guru bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolsek mengingatkan para siswa untuk menjauhi pergaulan bebas, narkoba, bullying, kenalpot brong, serta berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Ia juga mendorong para pelajar untuk rajin beribadah, tekun belajar, disiplin, patuh terhadap aturan, menghormati guru dan orang tua, menjaga kesopanan serta menyayangi sesama teman.
“Jaga diri, jaga pergaulan dan jangan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang dapat merusak masa depan. Kesuksesan tidak datang begitu saja, tetapi harus dibangun dengan disiplin, belajar, ibadah dan akhlak yang baik,” pesan Iptu Riza di hadapan ratusan pelajar.
Kapolsek yang pernah menjabat sebagai Kanit Lantas Polres Aceh Barat itu juga memberikan motivasi kepada siswa agar tidak takut menghadapi perkembangan zaman.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, bukan justru menjadi pintu masuk bagi perilaku negatif.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Ia secara khusus menyoroti kemampuan bahasa asing yang dimiliki para siswa.
“Penguasaan dua bahasa, baik bahasa Inggris maupun bahasa Arab, merupakan modal besar bagi kalian untuk maju. Manfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya karena dunia ke depan semakin terbuka dan persaingan semakin luas,” ujarnya.
Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari para siswa dan guru yang mengikuti upacara hingga selesai.
Kepala MAN 3 Bireuen, Nur Azizah, S.Ag, menyambut baik kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan sekolah.
Menurutnya, keterlibatan kepolisian sangat penting dalam membantu sekolah membentuk karakter dan kedisiplinan peserta didik.
“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini. Kami berharap kehadiran kepolisian tidak hanya sebatas menjadi pembina upacara, tetapi juga dapat terus berkolaborasi dalam membina anak-anak kami, terutama dalam hal kedisiplinan, keamanan, pergaulan dan pembentukan karakter,” kata Nur Azizah kepada pewarta seusai upacara.
Ia menilai pembinaan generasi muda membutuhkan keterlibatan bersama antara sekolah, keluarga, masyarakat dan aparat keamanan.
“Anak-anak kita menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, pembinaan tidak bisa dilakukan oleh sekolah sendiri. Sinergi dengan kepolisian dan orang tua sangat kami perlukan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Usai upacara, suasana semakin cair. Iptu Riza Saputra bersama jajaran berfoto bersama keluarga besar MAN 3 Bireuen. Kapolsek juga melayani sejumlah pertanyaan dari siswa yang tergabung dalam jurnalis sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Peusangan Raya turut didampingi Kanit Binmas Polsek Peusangan Raya Aipda M. Khozim dan Bhabinkamtibmas Brigadir Masrul, S.AP.
Kehadiran jajaran kepolisian di lingkungan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi langsung dengan generasi muda. Pesan yang disampaikan sederhana, tetapi sangat penting: jauhi narkoba, pergaulan bebas, bullying dan kenalpot brong; perkuat ibadah, belajar, disiplin, sopan santun serta hormat kepada guru dan orang tua.

