LINTAS ATJEH | BIREUEN - Perburuan gelar juara Turnamen Sepak Bola dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Aceh, memasuki fase semakin sengit.
Sebanyak 20 tim dari berbagai gampong masih membawa ambisi masing-masing untuk merebut tiket menuju podium juara. Tak sekadar mempertaruhkan gengsi antargampong, turnamen ini juga menawarkan hadiah jutaan rupiah yang membuat persaingan di lapangan semakin panas.
Drama sepak bola kembali tersaji pada Selasa (8/9/2026) sore, saat Muspika Pandrah FC berhadapan dengan Kuta Rusep FC dalam laga delapan besar di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Pandrah, Gampong Alue Igeueh.
Ratusan penonton memadati sisi lapangan. Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua kesebelasan langsung bermain agresif. Jual beli serangan berlangsung dalam tempo tinggi, dengan kedua tim sama-sama berusaha membuka keunggulan.
Kebuntuan akhirnya pecah, Fazlon, pemain Muspika Pandrah FC bernomor punggung 24, menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Tendangan kerasnya berhasil menaklukkan penjaga gawang Kuta Rusep FC, Mauliza.
Muspika Pandrah FC unggul 1-0.
Kuta Rusep FC berupaya keras mengejar ketertinggalan. Namun, hingga pertandingan berakhir, keunggulan Muspika Pandrah FC tetap bertahan.
Wasit asal Kabupaten Bireuen kemudian meniup peluit panjang setelah laga berlangsung dalam dua babak, masing-masing 35 menit.
Kemenangan tipis tersebut menjadi modal penting bagi Muspika Pandrah FC untuk melangkah lebih jauh sekaligus mempertegas bahwa persaingan menuju mahkota juara turnamen tahun ini masih sangat terbuka.
Kapolsek Turun ke Lapangan, Manajer Beri Suntikan Semangat
Menariknya, pertandingan ini juga menjadi panggung kebersamaan unsur Muspika Pandrah. Kapolsek Pandrah Ipda Muhammad Andi Nova, SE, ikut memperkuat Muspika Pandrah FC dengan mengenakan jersey biru bernomor punggung 73.
Sejumlah tokoh muda Kecamatan Pandrah juga ambil bagian memperkuat tim. Kehadiran unsur Muspika di lapangan menambah semarak pertandingan sekaligus memperlihatkan kuatnya kebersamaan antara pemerintah, masyarakat dan generasi muda melalui olahraga.
Dari pinggir lapangan, para manajer kedua kesebelasan tak kalah aktif memberikan motivasi.
Manajer Muspika Pandrah FC, Ikhsan, S.Pd., yang juga Keuchik Gampong Blang Samagadeng, terus memberikan instruksi dan semangat kepada para pemain.
Sementara Manajer Kuta Rusep FC, Keuchik Azhari, juga tak berhenti memompa motivasi anak asuhnya agar tetap bermain percaya diri hingga pertandingan berakhir.
Usai laga, Ikhsan mengapresiasi perjuangan seluruh pemain serta dukungan masyarakat yang hadir langsung menyaksikan pertandingan.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
“Terima kasih kepada seluruh pemain, pendukung dan masyarakat yang telah hadir memberikan semangat. Kemenangan ini menjadi motivasi bagi kami menghadapi pertandingan selanjutnya. Yang paling penting, kita tetap menjaga sportivitas dan persaudaraan,” ujar Ikhsan.
Camat Pandrah: Sepak Bola Jadi Ruang Memperkuat Persaudaraan
Camat Pandrah Juanda Abdullah, SE, MM, turut hadir langsung menyaksikan laga delapan besar tersebut. Ia juga menyempatkan diri berfoto bersama kedua kesebelasan sebelum maupun setelah pertandingan.
Menurutnya, turnamen sepak bola HUT ke-81 RI bukan hanya berkaitan dengan hasil pertandingan dan perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang memperkuat persatuan masyarakat di tingkat gampong.
“Yang kita bangun bukan hanya prestasi sepak bola, tetapi juga kebersamaan. Lapangan ini menjadi tempat bertemunya masyarakat, anak muda dan seluruh unsur di Kecamatan Pandrah dalam suasana yang penuh semangat kemerdekaan,” ujar Juanda.
Ia berharap seluruh tim tetap menjunjung tinggi sportivitas hingga turnamen berakhir.
“Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Yang harus kita jaga adalah persaudaraan. Jadikan turnamen ini sebagai momentum melahirkan pemain-pemain muda berbakat sekaligus mempererat silaturahmi antar-gampong,” katanya.
Hadiah Jutaan Rupiah Menanti
Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola HUT RI ke-81 Kecamatan Pandrah, Mubasyir, yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Pandrah, mengatakan turnamen tersebut diikuti 20 tim yang mewakili berbagai gampong serta tim Muspika Pandrah.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa turnamen sepak bola masih menjadi salah satu sarana efektif untuk mempererat hubungan sosial sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat.
“Turnamen ini bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan dan menjunjung tinggi sportivitas antargampong,” kata Mubasyir.
Panitia menyiapkan hadiah Rp5 juta untuk juara pertama, Rp3 juta untuk juara kedua, serta masing-masing Rp1 juta untuk juara ketiga dan keempat.
Selain itu, pemain yang berhasil menjadi top skor akan memperoleh penghargaan sebesar Rp250 ribu.
20 Tim Berebut Takhta
Sebanyak 20 tim yang ambil bagian dalam turnamen tersebut yakni:
1. Blang Samagadeng FC
2. Panton Bili FC
3. Gampong Blang FC
4. Garot FC
5. Uteuen Kruet FC
6. Panton FC
7. Pandrah Janeng FC
8. Pandrah Kandeh FC
9. Lhok Dagang FC
10. Nase Mee FC
11. Nase Barat FC
12. Alue Igeueh FC
13. Seuneubok Baro FC
14. Lancok Ulim FC
15. Meunasah Reudeup FC
16. Meunasah Teungoh FC
17. Bantayan FC
18. Cot Leubeng FC
19. Kuta Rusep FC
20. Muspika Pandrah FC
Dengan kompetisi yang terus bergulir, pertarungan menuju babak akhir dipastikan semakin keras. Setiap kesebelasan kini dituntut tampil disiplin karena satu gol, satu kesalahan, bahkan satu momen di lapangan bisa menentukan nasib mereka.
Lapangan sepak bola Kecamatan Pandrah pun berubah menjadi panggung besar masyarakat. Di sana, semangat kemerdekaan, sportivitas, persaudaraan dan talenta sepak bola muda berpadu dalam satu perayaan.

