LINTAS ATJEH | BIREUEN - Jangan hanya sibuk mengejar gelar dan kehormatan di dunia. Sebab, ketika kehidupan berakhir, yang menjadi bekal bukan jabatan, harta maupun status sosial, melainkan iman, amal saleh dan ketakwaan.
Pesan itu mengemuka dalam khutbah Jumat di Masjid Jamik Al-Munawarah Gampong Teupin Siron, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Jumat (4/9/2026). Khutbah disampaikan Tgk. Sudirman dari Juli Teupin Mane, Ashaji Darussa'da Juli, di hadapan ratusan jamaah.
Jamaah memenuhi masjid yang berada di sisi Jalan Nasional Banda Aceh–Medan tersebut. Selain warga Teupin Siron dan sejumlah gampong di Kecamatan Gandapura, jamaah juga datang dari pengguna jalan yang singgah untuk menunaikan Salat Jumat.
Mengangkat pesan utama tentang taqwa, khatib mengajak jamaah meninggalkan berbagai sifat buruk—kezaliman, kemunafikan dan dosa—untuk kemudian mengejar gelar terbaik di sisi Allah SWT, yakni orang yang bertakwa.
“Jangan takut miskin ketika kita memilih jalan taqwa. Allah telah menjanjikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,” menjadi salah satu pesan penting dalam khutbah tersebut.
Khatib mengutip Surah At-Talaq ayat 2–3:n“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
Menurutnya, ketakwaan juga harus terlihat dari kualitas salat dan perilaku sehari-hari. Salat jangan hanya menjadi rutinitas, tetapi harus mampu mengubah pribadi dan menjauhkan manusia dari perbuatan keji dan mungkar.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-'Ankabut ayat 45, “Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
Khatib mengingatkan, apabila seseorang rajin beribadah tetapi kehidupannya masih dipenuhi kegelisahan, konflik dan perilaku buruk, maka bukan ibadah yang ditinggalkan, melainkan kualitas ibadah yang perlu “direnovasi” dan diperbaiki.
Pesan lainnya menyentuh kehidupan keluarga. Menurut khatib, warisan terbaik kepada anak bukan hanya harta, tetapi agama, pendidikan, akhlak dan kebiasaan beribadah.
Suami hendaknya mengajak istrinya beribadah, sementara orang tua wajib membimbing anak-anak agar mencintai salat dan agama. Sebab, ketika manusia meninggal dunia, seluruh harta yang ditinggalkan tidak akan menjadi bekal apabila tidak disertai amal saleh.
Khatib juga mengingatkan jamaah tentang hari kebangkitan. Setiap manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar dan mempertanggungjawabkan seluruh amalnya di hadapan Allah SWT.
Karena itu, khutbah tersebut ditutup dengan ajakan agar jamaah mulai memperbaiki diri sejak sekarang.
“Raihlah titel taqwa selagi masih diberi kesempatan hidup. Perbaiki salat, perkuat ibadah, bimbing keluarga dengan agama, dan tinggalkan kehidupan dalam keadaan yang diridai Allah,” menjadi pesan yang menguatkan khutbah Jumat di Masjid Jamik Al-Munawarah Teupin Siron.
Pada akhirnya, gelar dunia akan ditinggalkan, tetapi taqwa menjadi bekal ketika manusia kembali menghadap Allah SWT.[*/Red]
