LINTAS ATJEH | ACEH UTARA – Semangat memperingati Milad Kabupaten Aceh Utara ke-800 tidak hanya diwujudkan melalui seremoni. SD Negeri 3 Muara Batu, sekolah Adiwiyata yang mewakili Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Muara Batu, menggelorakan Kampanye Lingkungan Hidup dengan aksi nyata: bersih-bersih, edukasi pengelolaan sampah, penghijauan hingga penanaman 800 pohon.
Kegiatan yang berlangsung Jumat, 11 September 2026, itu dipusatkan di dua lokasi, yakni Kompleks Pemakaman Ratu Nahrasiyah, Kecamatan Samudera, dan Panggung Utama Perayaan Milad Aceh Utara di Lapangan Landeng, Kompleks Pusat Pemerintahan Aceh Utara.
Kampanye tersebut terselenggara melalui pembinaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Utara, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad Aceh Utara ke-800 yang mengangkat semangat menjaga lingkungan dan warisan sejarah Samudera Pasai.
Para siswa tidak sekadar hadir sebagai peserta. Mereka tampil sebagai juru kampanye lingkungan, menyampaikan orasi tentang pentingnya menjaga kebersihan, penghijauan, pengurangan sampah plastik dan kepedulian terhadap lingkungan.
Aksi dilanjutkan dengan gotong royong membersihkan kawasan Kompleks Pemakaman Ratu Nahrasiyah dan area perayaan Milad, sosialisasi pemilahan sampah serta penanaman 800 pohon sebagai simbol momentum 800 tahun Aceh Utara.
Puncaknya, seluruh siswa, guru dan masyarakat yang hadir bersama-sama mendeklarasikan:
Kepala SDN 3 Muara Batu, Marzuki, S.Pd, mengatakan kampanye tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata sekolah dalam mendukung pembangunan Aceh Utara yang tidak hanya maju secara ekonomi dan pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
“Di usia Aceh Utara yang ke-800, kami ingin menghadirkan generasi yang cinta lingkungan. Anak-anak harus menjadi pelopor perubahan. SDN 3 Muara Batu siap menjadi contoh dan menginspirasi sekolah lain di Aceh Utara,” ujar Marzuki yang juga Ketua PGRI Kecamatan Muara Batu.
Menurutnya, menanam pohon dan menjaga kebersihan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi investasi jangka panjang untuk kehidupan generasi mendatang.
Pembina Adiwiyata Aceh Utara sekaligus perwakilan DLHK, Samsul Rizal, mengapresiasi langkah SDN 3 Muara Batu yang menjadikan momentum Milad sebagai ruang edukasi lingkungan bagi generasi muda.
«“Kami bangga. Kampanye ini sejalan dengan visi Aceh Utara untuk mewujudkan lingkungan yang ASRI—Aman, Sehat, Bersih dan Indah—serta berkelanjutan. Semoga gerakan ini dapat ditularkan ke sekolah-sekolah lainnya di 27 kecamatan,” katanya.»
Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Muara Batu, Syech Mulyadi, menegaskan dukungan penuh terhadap kreativitas dan kepedulian SDN 3 Muara Batu yang telah membawa nama K3S Muara Batu dalam momentum bersejarah Milad Aceh Utara ke-800.
«“Terima kasih kepada SDN 3 Muara Batu yang telah mengharumkan nama K3S Kecamatan Muara Batu. Gerakan ini mungkin dimulai dari sekolah, tetapi pesannya jauh lebih besar. Menanam pohon bukan sekadar menanam bibit, melainkan menanam kehidupan, menjaga keseimbangan alam dan mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi yang akan datang,” tegasnya.»
Yang menarik, kampanye lingkungan tersebut digerakkan langsung oleh lima siswa SDN 3 Muara Batu yang tampil sebagai juru kampanye, yakni Pocut Ghinan Nafis Melsa, Rasyid Simorangkir, Salwa Khalisa, Belgyn Naherin dan Cinta Cantika Naherin.
Kehadiran para pelajar sebagai komunikator lingkungan menjadi pesan kuat bahwa menjaga bumi tidak harus menunggu dewasa. Generasi muda dapat menjadi suara perubahan sejak dari sekolah.

