-->

Aipda Munawir, Bhayangkara Satbrimob Polda Aceh, Dimakamkan Secara Kedinasan di Bireuen

01 Oktober, 2026, 14.13 WIB Last Updated 2026-10-01T07:13:51Z
LINTAS ATJEH | BIREUEN – Suasana duka dan haru menyelimuti Gampong Tingkem Mayang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Kamis (1/10/2026). Jajaran Satbrimob Polda Aceh mengantarkan Aipda Munawir, S.H., anggota Pleton II Kompi 2 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Aceh, ke peristirahatan terakhir melalui upacara pemakaman secara kedinasan.

Penghormatan terakhir tersebut diberikan kepada almarhum sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan dedikasinya selama menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Aipda Munawir mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 30 September 2026 sekitar pukul 22.15 WIB di RSU Putri Bidadari, Kota Banda Aceh, setelah menjalani perawatan akibat gangguan ginjal.

Setelah proses pemulasaraan, jenazah dibawa ke kampung halaman untuk dimakamkan di Gampong Tingkem Mayang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, sesuai dengan rencana pemakaman yang telah disiapkan oleh Satbrimob Polda Aceh.

Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB dengan tata upacara Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Upacara dipimpin oleh Kompol Siswadi Jamal, S.I.K., M.H., selaku Plh. Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Aceh, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara AKP Heri Juniardi, S.E. bertugas sebagai Komandan Upacara dan Ipda Athar Setiawan sebagai Perwira Upacara.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum, Apel Persada, penghormatan pasukan, penurunan jenazah ke liang lahat hingga penghormatan terakhir yang ditandai dengan tembakan salvo.

Suasana semakin haru ketika jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat. Keluarga, rekan-rekan seperjuangan dan personel kepolisian memberikan penghormatan terakhir sebelum prosesi dilanjutkan dengan doa, penaburan bunga dan peletakan karangan bunga.

Dalam amanatnya, Kompol Siswadi Jamal menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Aipda Munawir.

Almarhum dikenang sebagai sosok Bhayangkara yang memegang teguh disiplin, memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi serta tekun dalam menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya.

“Kita semua merasa kehilangan atas kepergian almarhum sebagai seorang rekan yang selalu memegang teguh disiplin dengan loyalitas dan dedikasi yang tinggi, rajin dan tekun menunaikan tugas yang dipercayakan kepadanya,” demikian inti amanat yang disampaikan dalam upacara pemakaman.

Jajaran Satbrimob Polda Aceh menyampaikan bahwa selama menjalankan tugas, almarhum telah memberikan tenaga, pikiran dan pengabdiannya bagi institusi Polri, bangsa dan negara.

Kepergian Aipda Munawir menjadi kehilangan bagi keluarga sekaligus rekan-rekan seperjuangan yang selama ini bersama-sama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Prosesi pemakaman turut dihadiri keluarga besar almarhum, pejabat dan personel kepolisian serta unsur masyarakat setempat.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Hadir dalam prosesi tersebut Kompol Ir. Khairinnas, selaku Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa, yang turut memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Dari jajaran Satbrimob Polda Aceh, upacara diikuti personel Batalyon A Pelopor dan Batalyon B Pelopor. Sementara dari kewilayahan turut hadir personel Polres Bireuen dan jajaran Polsek terkait.

Dari unsur pemerintahan dan masyarakat Gampong Tingkem Mayang turut hadir Keuchik Mawardi dan Imum Gampong Saiful.

Sementara itu, doa di sisi pusara almarhum dipimpin oleh Aipda M. Yasir, personel Batalyon A Pelopor Saree, Aceh Besar.

Kehadiran para pejabat, personel kepolisian, keluarga dan masyarakat menjadi bentuk penghormatan terakhir terhadap perjalanan pengabdian Aipda Munawir.

Aipda Munawir lahir di Bireuen pada 11 September 1986 dan tercatat mulai mengabdikan diri sebagai anggota Polri sejak tahun 2006.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Maya Sari, kelahiran 24 April 1991, serta dua orang anak, yakni Rafanda Zafir Faeyza, kelahiran 20 Juni 2016, dan Jasmin Zoya Latifa, kelahiran 17 Juli 2017.

Bagi keluarga, kepergian Aipda Munawir merupakan kehilangan besar. Sosok suami dan ayah yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga kini telah berpulang untuk selamanya.

Namun bagi institusi, almarhum meninggalkan jejak pengabdian sebagai seorang Bhayangkara yang telah mengabdikan dirinya sejak 2006.

Tembakan salvo yang menggema di Gampong Tingkem Mayang menjadi penanda penghormatan terakhir kepada seorang Bhayangkara yang telah menyelesaikan perjalanan tugasnya.

Rekan-rekan seperjuangan mengantarkan Aipda Munawir menuju peristirahatan terakhir dengan penuh penghormatan.

Selamat jalan, Aipda Munawir.

Tugasmu telah selesai. Pengabdianmu telah ditunaikan. Kini engkau kembali menghadap Sang Pencipta.

Semoga seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri dan kedua anak tercinta, diberikan kekuatan, kesabaran, ketabahan dan keikhlasan dalam menerima ketetapan Allah SWT.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Selamat jalan Bhayangkara.
Pengabdianmu berakhir di dunia,
namun jasamu tetap hidup dalam kenangan.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini