-->

Bising Dapur Jumpa Hospital Bireuen, Warga Mengaku Kehilangan Waktu Istirahat

14 Oktober, 2026, 16.06 WIB Last Updated 2026-10-14T09:06:19Z
LINTAS ATJEH | BIREUEN - Aktivitas pekerja di bagian dapur Jumpa Hospital Bireuen menuai keluhan warga yang bermukim tepat di belakang rumah sakit. Suara dentingan ompreng dan piring, percakapan keras hingga gelak tawa yang berlangsung setiap malam sampai pukul 02.00 WIB dini hari, bahkan terkadang lebih, disebut mengganggu ketenangan warga di sekitar lokasi.

Keluhan itu disampaikan seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada pewarta, Rabu (14/10/2026), di kediamannya yang berbatasan langsung belakang rumah sakit dengan pagar Jumpa Hospital Bireuen, Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.

Menurut warga tersebut, belasan pekerja yang beraktivitas membereskan dan mengurus perlengkapan dapur setiap malam diduga belum memperhatikan dampak kebisingan terhadap lingkungan permukiman yang berdekatan dengan rumah sakit.

“Setiap malam terdengar bunyi ompreng dan piring. Terkadang suaranya seperti dilempar ke tumpukan. Suara mereka berbicara dan tertawa juga terdengar jelas sampai ke rumah kami. Ketika disampaikan, suara ompreng, percakapan, bahkan tawa mereka justru semakin keras,” ungkap warga tersebut.

Warga mengaku kondisi itu bukan sekadar persoalan suara bising, melainkan juga menyangkut kenyamanan masyarakat yang membutuhkan istirahat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.

Di sekitar lokasi terdapat warga lanjut usia, anak-anak sekolah yang harus bangun pagi, serta para pekerja yang setiap hari menjalankan tugas di kantor maupun tempat kerja lainnya. Kebisingan hingga dini hari dinilai dapat mengganggu waktu istirahat mereka.

Menurutnya, aktivitas dapur rumah sakit memang merupakan bagian dari operasional pelayanan kesehatan. Namun, kegiatan tersebut semestinya tetap dilaksanakan dengan memperhatikan ketertiban, terutama ketika memasuki jam istirahat malam.

“Rumah sakit tentu harus beroperasi dan kami tidak pernah bermaksud menghambat pekerjaan mereka. Namun, kami juga warga yang membutuhkan ketenangan di rumah sendiri. Jangan sampai aktivitas di dalam lingkungan rumah sakit justru membuat masyarakat sekitar kehilangan kenyamanan untuk beristirahat,” tegasnya.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


Warga berharap manajemen Jumpa Hospital Bireuen tidak menganggap persoalan ini sebagai keluhan sepele. Evaluasi terhadap pola kerja dan aktivitas pekerja dapur pada malam hari dinilai perlu dilakukan agar kebisingan dapat dikurangi tanpa mengganggu pelayanan rumah sakit.

Penataan cara menangani dan menumpuk ompreng maupun peralatan dapur, serta pengendalian volume percakapan saat bekerja, diharapkan menjadi bagian dari langkah pembenahan.

Warga juga meminta agar setiap keluhan yang disampaikan masyarakat ditanggapi secara baik dan tidak berujung pada sikap yang justru memperkeruh keadaan.

“Harapan kami sederhana, ada perhatian dan pembenahan. Kami ingin beristirahat dengan tenang di rumah sendiri. Jangan sampai persoalan seperti ini terus berulang dan menimbulkan ketegangan antara warga dengan pihak rumah sakit,” ujarnya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan langkah nyata dari pihak manajemen sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas di lingkungan masyarakat.

Hingga berita ini diturukan, belum diperoleh keterangan resmi dari manajemen Jumpa Hospital Bireuen mengenai keluhan warga tersebut. Konfirmasi dan tanggapan pihak rumah sakit tetap diperlukan untuk memperoleh gambaran yang berimbang mengenai aktivitas dapur pada malam hari serta langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan itu.

Masyarakat berharap keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan dapat berjalan selaras dengan hak warga sekitar untuk memperoleh lingkungan yang tertib dan nyaman, termasuk pada waktu istirahat malam.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada respon dari Pendiri Rumah Sakit Jumpa Hospital Bureuen, Dokter Nova yang sudah dikirm ke WhatsApp oleh pewarta. Meski sudah dibaca namun belum ditanggapi.[*/Tim/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini