-->

ICDIEI 2026 Digelar di Universitas Malikussaleh, Bahas Infrastruktur Berkelanjutan dan Ketangguhan Menghadapi Bencana

07 Oktober, 2026, 13.01 WIB Last Updated 2026-10-07T06:01:20Z
LINTAS ATJEH | LHOKSEUMAWE – Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Aceh, akan menggelar International Conference on Disaster, Infrastructure and Environmental Impact (ICDIEI) 2026 pada 18–19 November 2026 secara hybrid, dengan mengusung tema “Sustainable Infrastructure and Environmental Adaptation for Disaster Readiness.”

Konferensi internasional ini menjadi ruang akademik dan kolaborasi global untuk mempertemukan para akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, serta pemangku kepentingan dalam membahas tantangan pembangunan infrastruktur, dampak lingkungan, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

ICDIEI 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri. Salah satunya Letkol TNI Teddy Indra Wijaya, S.T., Han., M.Si., yang tercantum sebagai Guest Speaker dari Cabinet Secretary of the Republic of Indonesia.

Selain itu, hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng. dari Universitas Malikussaleh, Prof. Russell Thompson dari The University of Melbourne, Australia, Dr. Md. Mohd Iqmal Fazian bin Razali dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia, serta Assoc. Prof. Alexander Ryota Keeh, Ph.D. dari Kyushu University, Jepang.

Dalam konferensi tersebut, sejumlah topik strategis akan menjadi fokus pembahasan, meliputi sustainable infrastructure and disaster management, environmental engineering and technology management, innovation material for civil engineering, water resources engineering, agricultural infrastructure and technology, spatial modelling and analysis, building information modelling, geotechnical and earthquake engineering, structural engineering, hingga transportation engineering.

Beragam topik tersebut dinilai memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi risiko bencana dan perubahan lingkungan yang semakin kompleks.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Melalui forum internasional ini, para peserta diharapkan dapat bertukar gagasan, hasil penelitian, inovasi teknologi, serta pengalaman dalam membangun infrastruktur yang lebih adaptif, aman, dan berkelanjutan.

ICDIEI 2026 juga membuka peluang publikasi bagi para peneliti. Makalah terpilih akan dipertimbangkan untuk dipublikasikan pada sejumlah jurnal, di antaranya Journal of Regional and City Planning, Economic Journal of Education Social Economics and Technology, Teras Jurnal, SIKLUS, Teknika, dan Jurnal Sains dan Teknologi.

Panitia juga mencantumkan peluang publikasi pada jurnal yang terindeks Scopus/Sinta, dengan ketentuan dan proses seleksi sesuai kebijakan masing-masing jurnal.

Rangkaian ICDIEI 2026 kemudian dilanjutkan dengan ICDIEI Seminar Day pada 18 November dan Community Service Day pada 19 November 2026 yang akan dilakukan di  situs bersejarah Samudera Pasai, Aceh Utara.

Konferensi ini turut menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan institusi mitra dari dalam maupun luar negeri, memperkuat posisi ICDIEI sebagai forum kolaborasi akademik lintas negara dalam mencari solusi terhadap persoalan bencana, infrastruktur, dan lingkungan.

Informasi pendaftaran dan ketentuan lengkap konferensi dapat diakses melalui laman resmi icdiei.unimal.ac.id.

ICDIEI 2026 bukan sekadar forum ilmiah, tetapi menjadi momentum mempertemukan ilmu pengetahuan, inovasi dan kolaborasi internasional untuk membangun infrastruktur yang lebih tangguh serta lingkungan yang lebih siap menghadapi ancaman bencana.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini