LINTAS ATJEH | BIREUEN – Pemerintah Kabupaten Bireuen menyambut baik pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tanggap Bencana sekaligus Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Iklim, Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar BMKG di Kabupaten Bireuen, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kegiatan dibuka dengan suasana penuh perhatian terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Unsur pemerintah daerah, BMKG, Forkopimda, perangkat daerah, peserta dan masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai cuaca, iklim, gempa bumi dan tsunami.
Wakil Bupati Bireuen, H. Razuardi, MT, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan Bimtek tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat dan aparatur dalam menghadapi bencana merupakan bagian penting dari upaya melindungi keselamatan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bireuen menyambut baik pelaksanaan Bimtek ini. Pengetahuan tentang kebencanaan sangat penting, karena bencana tidak bisa diprediksi secara sederhana dan dapat terjadi kapan saja. Karena itu, masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi setiap kemungkinan,” ujar Razuardi.
Ia menekankan, kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun lembaga kebencanaan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, informasi dari BMKG mengenai cuaca, iklim, gempa bumi dan tsunami harus dapat dipahami serta diterjemahkan menjadi langkah nyata, terutama dalam menentukan tindakan sebelum, saat dan setelah bencana.
“Informasi dan peringatan dini harus sampai kepada masyarakat dan dipahami dengan baik. Jangan sampai informasi hanya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi harus menjadi dasar dalam mengambil tindakan untuk menyelamatkan diri dan lingkungan,” katanya.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Razuardi juga berharap Bimtek tersebut dapat memperkuat sinergi antara BMKG, Pemerintah Kabupaten Bireuen, perangkat daerah, masyarakat, dunia pendidikan, nelayan serta unsur terkait lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, BMKG memberikan berbagai materi terkait meteorologi, klimatologi dan geofisika. Peserta juga mengikuti diskusi panel, sesi tanya jawab, post-test, kuesioner hingga simulasi gempa bumi (Earthquake Drill).
Materi kebencanaan menekankan pentingnya membangun masyarakat yang tidak hanya mampu pulih setelah bencana, tetapi juga mampu mengenali risiko, melakukan mitigasi dan bertindak cepat ketika ancaman terjadi.
Bagi masyarakat pesisir dan nelayan, pemahaman terhadap informasi cuaca dan kondisi laut menjadi sangat penting untuk mendukung keselamatan aktivitas di lapangan.
Kegiatan juga menjadi ruang kolaborasi antara BMKG dan pemerintah daerah dalam memperkuat literasi kebencanaan di tengah masyarakat Bireuen.
“Kita tidak hanya ingin masyarakat tahu tentang bencana, tetapi bagaimana pengetahuan itu menjadi kesiapan dan tindakan. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko korban dan kerugian akibat bencana dapat ditekan,” menjadi semangat utama dalam kegiatan tersebut.
Melalui Bimtek dan Sekolah Lapang ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap terbentuk masyarakat yang semakin sadar risiko, tanggap terhadap peringatan dini dan memiliki kemampuan menghadapi berbagai ancaman bencana, khususnya cuaca ekstrem, gempa bumi dan tsunami.[*/Red]
