Wow! Tiga Oknum Wartawan Aceh Selatan Datangi Keuchik Dollah

ACEH SELATAN - Terkait pemberitaan LintasAtjeh.com, edisi Minggu (05/02/2017), tentang proyek pembangunan tapal batas gampong bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD), yang berlokasi di Gampong Kuta Baro, Kecamatan Sawang, ternyata semakin menunjukkan ada upaya dari pihak dan oknum tertentu untuk "mengamankan" kegiatan yang diduga terjadi penyelewengan dan mark up anggaran.

Pasalnya, proyek T.A 2016 dengan pelaksana Pemerintah Gampong Kuta Baro tersebut, setelah hampir finishing pengerjaannya tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang menghabiskan anggaran sebesar Rp. 20.537.000,-(Dua puluh juta lima ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah), dengan ukuran bangunan 1 x 2 m, sesuai dengan angka yang tertera pada plang proyek.

Hasil konfirmasi LintasAtjeh.com dan Beritakini.com dengan Keuchik Gampong Kuta Baro, Abdullah Saleh atau yang akrab disapa Geuchik Dolah di kediamannya, Kamis (16/02/2017), didampingi TPK (Tim Pemantau Kegiatan) Sofyan dan satu orang Tuha Peut yang tidak mau ditulis namanya, justru mengungkapkan fakta mengejutkan.

Pertama, oknum Tuha Peut mengawali pembicaraannya menanyakan kepada wartawan tentang penyebar berita tersebut di media sosial.

"Jadi siapa yang membuat berita di media sosial pak?" tanya dia dengan nada penegasan penuh rasa heran.

Menanggapi hal tersebut, LintasAtjeh.com menjelaskan bahwa informasi tersebut berdasarkan temuan di lapangan dan dijelaskan pula bahwa berita dipublikasikan di media online LintasAtjeh.com bukan di medsos.

"Saya minta maaf, maksud saya di media online bukan medsos," ralat Tuha Peut Gampong Kuta Baro.

Kemudian LintasAtjeh.com dan Beritakini.com juga meminta salinan RAB sebagai bentuk Keterbukaan Informasi Publik kepada Keuchik Gampong Kuta Baro, Abdullah Saleh.

Namun Keuchik Dollah mengungkapkan bahwa setelah ada pemberitaan tentang pembangunan tapal batas tersebut, dirinya didatangi tiga orang wartawan.

"Ada tiga orang wartawan datang juga meminta fotocopy RAB dan menanyakan apa pak keuchik ada ketemu langsung atau konfirmasi dengan wartawan yang menulis berita?" kata Keuchik Dollah mengutip pertanyaan wartawan yang mendatanginya.

Terus, lanjut dia, wartawan itu kembali bertanya, kenapa berita dipublikasikan terus? Saya jawab kalau ketemu langsung gak ada, di telepon ada.

Menurut pengakuan Keuchik Dollah, dirinya tidak mengenal ketiga wartawan tersebut. Hanya mereka mengaku wartawan dari Tapaktuan, Samadua dan Meukek.

"Saya tidak tahu namanya, tapi yang satu orang, pendek gemuk," sebutnya.[Red]

Baca Juga