Jamaah Sholat Idul Fitri 1438 H di Desa Simpang Tiga Membludak

ACEH SELATAN - Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1438 H di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sawang berlangsung tertib dan khidmat diikuti ratusan jamaah.

Pantauan LintasAtjeh.com di lapangan, Minggu (25/06/2017), jumlah jamaah yang ikut sholat Idul Fitri 1438 H hari ini sangat ramai dan memenuhi pelataran MIN Alue Paku. Para jamaah rela berdesak-desakan bahkan harus duduk diluar pembatas tali yang disediakan panitia. 

Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pasalnya  penambahan jamaah tersebut disebabkan karena sebagian desa di Kecamatan Sawang tidak merayakan lebaran secara serentak. Sehingga ada sebagian masyarakat di luar Desa Simpang Tiga lebih memilih mengikuti ketetapan sidang Isbat tadi malam (24 Juni 2017) oleh Kementrian Agama tentang penetapan Idul Fitri 1438 H yang jatuh pada hari Minggu 25 Juni 2015.

Adapun sebagai imam pada sholat Idul Fitri 1438 H tersebut ialah Tgk. Hujjaini yang juga merupakan Iman Syik Desa Simpang Tiga. Sedangkan yang mengisi khutbah yaknibTgk. Iin Supardi Bin Nasrudin Is, dalam khutbahnya ia menyampaikan tentang "Problematika yang dialami umat Islam saat ini".

Tgk. Supardi mengatakan bagaimana kondisi Umat Islam saat ini yang jauh dari agama dan masyarakat mulai meninggalkan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dalam Islam. Manusia lebih senang dengan kemaksiatan ketimbang beribadah kepada Allah SWT.

"Para jamaah mulai meninggalkan masjid, lebih mementingkan dunia ketimbang akhirat," ujarnya.

Ia juga sangat resah dengan fenomena tersebut, ini merupakan suatu kemunduran yang dialami oleh umat Islam saat ini. Contoh konkrit lain yang menjadi penyakit masyarakat saat ini adalah saat adzan berkumandang di masjid seakan acuh tak acuh dengan panggilan tersebut.

"Tidak ada panggilan yang lebih penting dan mulia selain panggilan dari Allah SWT," tegasnya.

Setelah selesai melakukan sholat Idul Fitri, tampak para jamaah saling bersalaman sekaligus halalbihalal.[RA. Ardy]

Baca Juga