Diserang Hama, Hasil Produksi Padi di Abdya Diprediksi Menurun

ABDYA - Tahun ini banyak persoalan dialami para petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Mulai dari kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan, hama ditambah lagi biaya pemeliharan padi melonjak naik. Akibatnya, produktivitas padi di wilayah Abdya diprediksi menurun dari tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini air berkurang, hama berbagai macam datang ditambah lagi ongkos untuk pemeliharaan padi juga meningkat dari yang sudah-sudah," sebut salah seorang petani di Desa Krueng Bate, Kecamatan Kuala Bate, M. Jamin kepada LintasAtjeh.com,  Senin (24/07/2017).

Selain itu, tambahnya,  menyangkut dengan persoalan serangan hama yang tidak pernah dirasakan oleh para petani selama ini yang membuat para petani kewalahan.

"Disini hampir ratusan hektar tanaman padi diserang oleh hama wereng coklat. Anehnya penyakit tersebut baru tahun ini yang ada, ditambah dengan serangan hama burung dan kekeringan yang melanda wilayah Abdya," sebut Jamin.

Menurutnya, dari berbagai masalah yang terjadi pada petani padi di Abdya telah dilakukan antisipasi oleh petani dan pihak dinas terkait. Namun yang menjadi kekhawatiran kita adalah hasil dari produksi padi itu sendiri.

Dia menjelaskan, upaya biaya perawatan padi sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh para petani karena didukung oleh faktor cuaca, akan tetapi untuk tahun ini para petani harus mengeluarkan biaya tinggi untuk perawatan.

"Dulu tidak ada biaya untuk cabut rumput karena debit air dalam sawah masih stabil sehingga rumput tidak tumbuh menjamur. Jikapun ada, populasinya sedikit karena dimakan oleh keong," imbuh Jamin.

Kekhawatiran petani terhadap hasil produktivitas tersebut,  dibenarkan oleh Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Abdya, Hamdan yang memprediksi tahun ini hasil produksi padi di Abdya bakal turun diperkirakan sebesar 15 persen dari hasil tahun-tahun sebelumnya.

"Sebenarnya banyak hal yang mempengaruhi hasil panen, seperti serangan hama wereng coklat. Itu sangat berpengaruh dan penyakit itu sebenarnya tidak pernah ada di daerah kita, tapi tahun ini yang pertama.  Serangan hama tersebut, terjadi di semua kecamatan. Dan yang paling parah diserang di wilayah Kecamatan Setia, mencapai 87 hektar," ujar Hamdan singkat.[ADI S]

Baca Juga