FPRM: BPJS Aceh Tamiang Terindikasi Mendzalimi Nek Zahara

ACEH TAMIANG - Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh, mengecam keras pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Aceh Tamiang yang terindikasi dzalim karena tidak mengeluarkan surat rujukan kepada seorang janda pensiunan ABRI (TNI_red), bernama Nek Zahara (81), yang ingin berobat ke RSUD Dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh.  

"Perlu diketahui bahwa setiap bulannya gaji pensiun Almarhum Nek Zahara telah dipotong secara otomatis oleh sistem untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Jadi, tidak ada hak bagi BPJS Aceh Tamiang mempersulit atau tidak mengeluarkan surat rujukan yang diminta oleh Nek Zahara," demikian ungkap Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh, Nasruddin, kepada LintasAtjeh.com, Sabtu (05/08/2017).

Nasruddin juga menegaskan, sikap BPJS Aceh Tamiang yang tidak mengeluarkan surat rujukan buat Nek Zahara yang ingin berobat ke RSUD Dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, lalu menganjurkan kepada janda pensiunan ABRI tersebut agar membeli saja obat yang tidak tersedia di Apotik RSUD Aceh Tamiang, adalah perilaku kejam yang tidak bisa ditolerir oleh siapapun.

"Perlu saya ingatkan sekali lagi kepada pihak BPJS Aceh Tamiang bahwa Nek Zahara adalah janda pensiunan ABRI yang setiap bulannya gaji pensiun Almarhum suaminya dipotong secara otomatis oleh pemerintah untuk BPJS, oleh karenanya tidak ada hak bagi pegawai BPJS Aceh Tamiang semena-mena menganjurkan Nek Zahara untuk membeli obat ke Apotik lain. Perlakuan seperti itu terindikasi sebagai aksi tidak berkeperimanusiaan," jelas Nasruddin.

Mantan aktivis '98 tersebut mempertanyakan tentang sikap Kepala BPJS Kabupaten Aceh Tamiang, Sri Mahfuzi, yang tidak bersedia mengangkat Hp dan tidak membalas sms yang dikirim oleh wartawan LintasAtjeh.com.

"BPJS Kabupaten Aceh Tamiang bukanlah perusahaan pribadi miliknya Sri Mahfuzi, jika oknum tersebut tidak selera mengabdi di BPJS maka silahkan membuat surat pengunduran diri. Jangan mendzalimi masyarakat Aceh Tamiang, khususnya yang berkehidupan tidak mampu," pungkas Ketua FPRM Aceh, Nasruddin.[Zf]

Baca Juga