Pusdib KLH Unimed Gelar Olimpiade Pengetahuan Lingkungan Hidup Tingkat Propinsi Sumut

MEDAN - Degradasi lingkungan di Indonesia telah sampai pada tahap yang sangat memprihatinkan. Konversi hutan telah terjadi secara masif dalam 20-30 tahun terakhir sehingga hanya sedikit sekali hutan hujan tropis alami yang terdapat di Sumatera Utara yang masih tersisa. Kebakaran hutan yang terjadi pada rawa gambut di Indonesia, terutama di Sumatera dan Kalimantan sungguh telah sangat mengkhawatirkan dan terjadi setiap tahun serta telah menjadi perhatian serius masyarakat dunia bahkan asapnya bukan hanya menyebabkan gangguan serius secara lokal tetapi juga sangat mencemari atmosfer negara tetangga.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pusat Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Pusdib KLH Unimed), Syarifuddin, M.Sc., Ph.D dalam sambutannya saat digelarnya acara Olimpiade Pengetahuan Lingkungan Hidup yang diselenggarakan oleh Pusdib KLH Universitas Medan, Sabtu (17/09/2017).

Syarifuddin yang juga Pakar Lingkungan Alumni Canada dan Australia ini menambahkan hutan manggrove, yang berperan sangat penting dalam melindungi pantai dan habitat bagi biota laut, telah terdegradasi berat karena dikonversi menjadi tambak, sawah atau tempat hunian. Yang lebih parah lagi adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampahnya, meskipun peran pemerintah juga terkesan masih rendah dalam memperhatikan yang cukup dalam mengelola sampah tersebut. 

"Pencemaran terhadap lingkungan mulai dari rumah tangga, pertanian, kendaraan hingga pabrik telah membuat bank air, udara dan tanah terutama di kota-kota cukup tercemar. Sayangnya perhatian masyarakat termasuk siswa dalam berbagai permasalahan lingkungan tersebut masih rendah jika tidak mau dikatakan sangat rendah. Karena itu kegiatan olimpiade pengetahuan lingkungan hidup ini diharapkan mendorong siswa untuk mengetahui dan belajar tentang pengetahuan lingkungan lebih sering dan intens, dan pada gilirannya siswa akan bersikap," terangnya.

Diakhir sambutannya, Syarifuddin mengajak dan memandu seluruh peserta Olimpiade Pengetahuan Lingkungan Hidup berikrar dan berjanji untuk menyelamatkan lingkungan di Indonesia, berjanji untuk menjadi duta-duta lingkungan di sekolah masing-masing. 

Sementara Wakil Rektor II Universitas Negeri Medan, Dr. Restu, M.S, mengatakan bahwa kegiatan ini cukup inspiratif dan mudah-mudahan dapat menjadi wahana bagi pembentukan karakter siswa/siswi di Sumatera Utara untuk mencintai lingkungan. Lingkungan harus dijadikan media dalam pembelajaran di sekolah, karena lingkungan satu bentuk konkrit alami yang dekat dengan siswa. 

"Saya juga berharap agar seluruh sekolah di Sumatera Utara dapat membentuk lingkungan hidup di sekitar sekolah agar dapat dijadikan media belajar, sekaligus media perangsang hidup sehat. Kami Unimed dengan kemampuan kami akan selalu berbuat untuk kemajuan peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Utara dan mendorong terciptanya lingkungan hidup sekolah yang nyaman dan mensejahteraka," tekadnya.

Sedangkan Ketua Panitia Amrizal, S.Si., M.Pd, mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan Olimpiade Pengetahuan Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi Sumatera Utara ini bertujuan mensosialisasikan pengetahuan lingkungan hidup melalui tingkat pemahaman berdasarkan uji kompetensi secara tertulis dan lisan. 

"Sedangkan manfaatnya yakni anak didik (siswa) meningkatkan kesadaran dan kepedulian pentingnya cinta terhadap lingkungan hidup, merubah perilaku anak didik agar tertanam dalam jiwa raganya menjadi insan yang peduli terhadap lingkungan hidup," sebutnya.

Dijelaskannya, tema kegiatan ini adalah " Melindungi Ozon, melindungi Kita". Kegiatan Olimpiade Pengetahuan Lingkungan Hidup Tingkat Propinsi Sumatera Utara yang ke-9 ini diikuti oleh 971 peserta dengan rincian untuk tingkat SD/MI diikuti 230 siswa dari 75 sekolah. Untuk tingkat SMP/MTs diikuti 348 siswa yang berasal dari 42 sekolah dan untuk tingkat SMA/MA/SMK  diikuti oleh 393 siswa dari 38 sekolah di seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.

Berikut para juara tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMK/SMK/MA:

Pemenang untuk tingkat SD/MI yakni : Juara I : M. Gafrans Harahap dari SD Qurrata Ayyun Tebing Tinggi, Juara 2 : Keiza Adeeta AF dari SD Namira Medan, Juara 3 : Salfiza Salwa nasution dari MIN 1 Medan, Untuk pemenang Harapan 1 : Nadhira Adya Arsang dari SD Asy-Syafiyyah, Harapan 2 : Irene Feby Rotua M, dari SD Swasta Budidarma Tebing Tinggi, Harapan 3 : Seli Syahpika dari MIN Simpang 4, Juara umum untuk tingkat SD yakni SD Qurrata Ayyun Tebing Tinggi.

Pemenang untuk tingkat SMP/MTs yakni : Juara 1 : Salman Shiddiq, dari M.Ts Negeri rantau Prapat, Juara 2 : Octaviani P Ginting, dari SMP Negeri 1 Sunggal, Juara 3 : Ohan Prada H Sitorus, dari SMP F Tandean Tebing Tinggi, Harapan 1 : Damar Yudistira, dari SMP N 1 Sunggal, Harapan 2 : Adelia Adriani, dari SMP N 1 Tebing Tinggi, Harapan 3 : Ade Husna, dari SMP N 1 Tebing Tinggi. Juara umum untuk tingkat SMP/MTs yakni SMP Negeri 1 Sunggal.

Pemenang untuk tingkat SMA/MA/SMK yakni : Juara 1 : Puja Fatimah, dari MAN 1 Medan, Juara 2 : Rasyid Ridha, dari SMA Negeri 1 Medan, Juara 3 : Yustinus, dari SMA Negeri 2 Balige, Harapan 1 : Yos Andres, dari SMA Negeri 2 Balige, Harapan 2 : Zidan, dari SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Harapan 3 : Peris Petrus, dari SMA Negeri 2 balige, Juara umum untuk tingkat SMA/MA/SMK yakni : SMA Negeri 2 Balige.[*]

Baca Juga