Akibat Ulah Datok Benteng Anyar, Masyarakat Jadi Korban

ACEH TAMIANG - Masyarakat Kampung Benteng Anyar, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang kecewa atas kinerja dan sikap Datok (Kepala Desa_red) yang dinilai tidak peduli terhadap kondisi dan keadaan masyarakat sekitar.

Hal tersebut disampaikan Junaidi, salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Manyak Payed kepada LintasAtjeh.com, Selasa (24/10/2017).

"Datok itu sangat arogan dan tidak mau peduli dengan keluhan warganya. Bahkan jika ada masyarakat yang tertimpa musibah, ia pun tidak pernah datang untuk menunjukkan rasa kemanusiaannya," ujarnya.

Selain arogan, sambung Junaidi, pengelolaan Dana Desa juga dianggap tidak transparan dan diduga sarat dengan korupsi. Seperti salah satu contoh, bantuan pembangunan rumah kepada masyarakat yang seyogianya diperuntukan kepada masyarakat miskin, namun bantuan rumah itu di bangun diatas tanah pribadinya. 

"Padahal masih banyak rumah warga yang layak dibantu, malah Datok mengambil hak warga miskin," tuturnya. 

Hal senada dikatakan oleh salah seorang warga berstatus sebagai petani yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia menjelaskan bahwa petani di kampung tersebut pada umumnya membajak sawah mengandalkan tadah hujan, jika tidak ada hujan sawah mereka kering kerontang tidak ada air.

"Keseharian kami di sawah pak, lihat saja kondisi sawah kami. Apabila musim tanam kami kewalahan dengan ke tidak tersediaan air, seharusnya Datok memikirkan nasib kami, Dana Desa tidak pernah mengalir untuk kepentingan petani," akunya.

"Dengan ketidakhadiran Datok dalam acara panen raya yang dihadiri Kapolres Langsa, masyarakat kampung ini merasa malu atas sikapnya yang terkesan tidak menghargai bapak Kapolres Langsa yang menghadiri panen raya," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Benteng Anyar, Zulkifli AR saat dikonfirmasi LintasAtjeh.com melalui telepon seluler tidak menjawab.[Sm/Zf]

Baca Juga