Drama Kolosal Warnai HUT 72 TNI di Kota Langsa

LANGSA – Hari besar menjadi hal yang sepesial untuk semua orang, dalam hal ini Kodim 0104/Atim merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan persembahan Drama Kolosal sebagai wujud kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tujuan untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tercinta. 

Kodim 0104/Aceh Timur menggelar drama kolosal tersebut di Lapangan Merdeka Langsa jalan WR. Supratman Gampong Jawa Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Kamis (05/10/2017). 

Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, SE, mengharapkan dengan dilaksanakan drama kolosal itu, masyarakat dapat memahami nilai-nilai yang terkandung yang ada di dalam Drama Kolosal ini, dan perjuangan bangsa Indonesia banyak yang dikorbankan.

“Bersama Rakyat TNI Kuat dan Bersama TNI Rakyat Damai , Aman dan Sejahtera," ujarnya.

Drama dengan judul Serangan Umum Satu Maret 1949 menceritakan situasi rakyat indonesia khususnya Kota Yogyakarta (Ibu Kota Negara Indonesia saat itu) setelah Kemerdekaan Indonesia mengusir Belanda secara besar-besaran karena Belanda ingin menjajah Indonesia.

Serangan tersebut rencana dari jajaran tertinggi Militer di wilayah Divisi III/Gubernur Militer III ( Divisi III/GM III) beserta pucuk pimpinan Pemerintah Sipil setempat sesuai dengan instruksi dari Panglima Divisi III Kolonel Bambang Sugeng dan perbantuan dari Letkol Soeharto sebagai pelaksana lapangan di Wilayah Yogyakarta dan telah mendapat persetujuan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Puncak serangan dilakukan dengan serangan umum di Kota Yogyakarta pada tanggal Satu Maret 1949 dibawah pimpinan Letkol Suharto. saat itu ia menjabat Komandan Bigade X/Wehrkreis III (Sebagai pengetahuan pembaca Wehrkreis III nama suatu tempat di Daerah Yogyakarta). 

Serangan itu pembuktian kepada Dunia Internasional bahwa TNI dan Rakyat Republik Indonesia (RRI) masih ada dan cukup kuat, sehingga dengan demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda serta membuktikan pada Dunia Internasional bahwa TNI dan RRI masih punya kekuatan untuk mengadakan perlawanan. 

Dewan Keamanan PBB akhirnya mengesahkan dan menyetujui hingga terlaksananya MOU dan sisa pasukan Belanda mundur dan kembali pulang ke negaranya, ini akhir dari Drama Kolosal Kodim 0104/Aceh Timur beserta rekruitmen dari siswa/i Kota Langsa.[Mahfud]

Baca Juga