Rumah Prabowo 2019 Siap di Deklarasikan

TANGERANG - Rumah Prabowo 2019 bergerak cepat, selain konsolidasi Pengurus Tim Nasional, juga pembentukan 36 Korwil se Indonesia. Dalam waktu dekat Rumah Prabowo 2019 di deklarasikan secara nasional. Hal itu terungkap dalam rapat tim 09 yang dilaksanakan di Rumah Wakil Ketua Umum Rumah Prabowo 2019, Dr. Ir. H. M. Nizar Dahlan, M.Si di Cirendeu Indah, Tangerang, Sabtu (14/10/2017). 

Rapat tim 09 dipimpin Akhmad Bumi, SH selaku Ketua Harian Rumah Prabowo 2019 ini dihadiri Ketua Umum Brigjen TNI (Purn) Priyo Handoko, Wakil Ketua Umum antara lain, Dr. Ir. H. M. Nizar Dahlan, M.Si dan Pradipa Yoedhanegara, Sekjen Rumah Prabowo 2019 Faisal M. Jasin, ST, M.Si,  dr. Seno Purnomo, Ir. H. Kaharudian Hamid, Dharul Fitrah, SE, Sumarlia Isnaini dan Suriaty Paul.

"Dalam rapat tersebut terbentuk  Panitia Deklarasi Rumah Prabowo 2019, disepakati Ketua Panitia Deklarasi Dharul Fitrah, SE, Sekretaris Ali Salam, SE.,M.Si, Bendahara Mila dan beberapa nama panitia lain yang diterbitkan dalam SK," ujar Sekjen Rumah Prabowo 2019, Faisal M Jasin.

"Rapat yang dimulai pukul 15.00 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB, dilanjutkan dengan shalat Magrib secara berjamaah," jelasnya.

Ketua Umum Rumah Prabowo 2019, Priyo Handoko menyampaikan bahwa, hasil rapat memutuskan  untuk segera mendeklarasikan Rumah Prabowo 2019 sebagai tempat berkumpulnya para aktifis dan pengagum dan pendukung fanatik Prabowo Subianto untuk maju dalam pertarungan menjadi RI 1 pada Pilpres 2019. 

"Seluruh komponen di Rumah Prabowo 2019 perlu kerja keras, ulet dan semangat berjuang tidak boleh padam. Jaga kekompakan diantara kita di Rumah Prabowo 2019 ini, semua tim harus saling bahu membahu memenangkan pertarungan ini," tegasnya.

Sementara itu, Dr. Ir. H. M. Nizar Dahlan, M.Si menyampaikan, ada pergerakan yang menarik, ada berita yang berkembang bahwa dalam persiapan pertarungan Pilpres 2019 ini diinginkan agar Prabowo tidak maju dalam hajatan 2019 ini. 

"Prabowo cukup sebagai King Maker untuk memberikan kursi RI 1 kepada pihak lain, hal ini adalah bentuk ketakutan JKW berhadapan lagi dengan Prabowo dalam Pilpres 2019 karena sudah merasa bahwa tidak akan menang melawan Prabowo," tegas Nizar, mantan Anggota DPR RI 2004-2009 yang juga alumni HMI ini.

"Prabowo didukung merata dari semua kelompok, hal ini karena Prabowo adalah tokoh bangsa. Prabowo juga dekat dengan Umat Islam, dan tegas terhadap komunis / PKI yang hendak dibangkitkan kembali," jelas Nizar.

Nizar juga mengatakan bahwa isue bangkitnya lagi Komunis telah menjadi kenyataan. Dan untuk menghadapi komunis bangkit lagi tidak ada yang bisa mengatasinya selain Prabowo harus menjadi RI 1 dengan komitmennya tidak diragukan lagi untuk bangsa ini.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Umum Rumah Prabowo 2019, Pradipa Yoedhanegara. Ia menekankan agar perkuat basis, akar rumput. Tinggalkan politik bara kuda, pola-pola pendekatan yang dilancarkan Rumah Prabowo 2019.

"Ini perlu dilancarkan dengan pola yang spesifik dan dilakukan secara baik dan rapi," tegas dia.[*]

Baca Juga