DPR Aceh Dukung Kerjasama Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan

BANDA ACEH - Konsulat Amerika Serikat (AS) untuk Sumatera bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh dan WWF melaksanakan Diskusi tentang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan yang menghadirkan seorang ahli kelautan internasional, Mr. Todd Capson di Gedung DPR Aceh, Selasa sore (31/10/2017). 

Todd Capson sendiri telah bekerja selama 21 tahun di berbagai negara di belahan dunia dalam konservasi kelautan dan pengembangan kapasitas riset ilmiah di bidang kelautan terutama di negara berkembang seperti di Amerika Latin dan Afrika.

Setelah sukses mengembangkan pusat riset kelautan di Panama, saat ini ia beralih ke Senegal dalam sebuah pilot project untuk mengukur fenomena pengasaman air laut yang akan berdampak dahsyat pada ekosistem kelautan dan pada kehidupan manusia pada umumnya.

Diskusi tentang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan yang diikuti oleh beberapa anggota dewan, unsur pemerintah Aceh, akademisi dan para aktivis lingkungan Aceh itu bertujuan untuk bersama-sama menggali potensi dan tantangan pengelolaan area laut dan pesisir serta perikanan yang berkelanjutan di wilayah Aceh.

Dalam diskusi itu, Wakil Konsul AS untuk Sumatera, Mrs. Tamra H Greig didampingi oleh Public Affair Assistant, Caroline Tanjaya menyampaikan bahwa selama ini Pemerintah Amerika telah bekerjasama dengan beberapa LSM di Aceh untuk program konservasi hutan tropis dan satwa-satwa liarnya melalui program IIP Speaker dari Kementerian Luar Negeri AS.

"Kami juga ingin menunjukkan dukungan dalam pengelolaan kawasan laut di Sumatera, khususnya di provinsi Aceh yang juga sangat penting untuk dijaga bersama kelestariannya," kata Tamra Greig.

Menurutnya, Pemerintah AS melalui WWF di Aceh juga telah melaksanakan sejumlah program utama di bidang kelautan yaitu konservasi penyu belimbing dan penyu lekang, penanaman mangrove, dan program subsidi perikanan hijau.

Sementara Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan dalam diskusi itu meminta agar kerjasama pemerintah AS dan pemerintah Aceh dapat semakin ditingkatkan dalam program konservasi hutan tropis dan satwa liar serta pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan khususnya dibidang konservasi kelautan dan pengembangan kapasitas riset ilmiah di wilayah Aceh.[*]

Baca Juga