GMNU Aceh Bakal Boikot Konferwil, Jika....

BANDA ACEH - Juru bicara Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Aceh Azwar A Gani menyatakan bahwa GMU menolak kader yang bukan dari unsur Banom/Badan Otonom NU atau yang sudah mengikuti proses jenjang pengkaderan di level tertentu yang akan dikirim untuk ikut di dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) pada tanggal 6-10 Desember 2017 di Jawa Tengah nantinya. 

Penolakan ini, menurut Azwar adalah keputusan bersama kader GMNU untuk menyikapi sistem yang tidak transparansi Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor di Jakarta dalam menentukan kelulusan dan kriteria calon kader yang akan ikut PKN tersebut.

Didalam ketentuan PO memang ada Pasal 45 ayat 6 dan 7 yang membolehkan unsur diluar Banom NU yang boleh diikutsertakan sebagai peserta PKN dengan ketentuan bahwa individu tersebut mempunyai pemahaman terhadap Islam dan kecakapan khusus untuk pengembangan organisasi. 

Pasal 46 ayat 6, menurut Azwar telah memberikan kekuasaan mutlak kepada Pengurus Pusat untuk menunjuk individu diluar Banom NU sebagai peserta PKN tanpa mempertimbangkan aspirasi kader-kader yang ada didaerah. 

"Jadi selama ini kami di pengurus GP Ansor Aceh merasa rugi dan buang waktu serta tenaga untuk melakukan pengkaderan dan mengirim peserta terbaik ke pulau Jawa untuk mengikuti pengkaderan tingkat lanjutan. Selama ini Pengurus Pusat tidak paham dengan kondisi PW Ansor Aceh, sehingga bisa berbuat semena-mena terhadap kader dan pengurus tanpa mempertimbangkan aspirasinya," ungkapnya.

"Kami menolak dengan tegas sikap tersebut dan kami juga melarang kader yang lolos PKN untuk ikut serta ke Jawa Tengah jika kader diluar Banom NU masih dipertahankan. Sikap tegas ini akan kami bawa dalam rapat internal semua Pengurus Cabang PC Ansor kabupaten dalam waktu dekat. Kami juga akan memboikot Konferwil nantinya jika aspirasi kami tidak ditindaklanjuti," tutup Azwar.[*]

Baca Juga