Ketua LSM GEMPUR: Yaa Allah, Ampunkanlah Dosa Kepsek SMA Negeri 2 Patra Nusa

IST
ACEH TAMIANG - Ketua LSM Gerakan Meusafat Peduli Untuk Rakyat (GEMPUR) menyampaikan ucapan salut kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Patra Nusa Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, karena terkesan sangat berani memberikan keterangan yang 'banyak bohongnya' pada saat dikonfirmasi wartawan terkait seabrek indikasi masalah di sekolah yang dia pimpin saat ini.

Patut diduga, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Patra Nusa Manyak Payed, yang bernama Drs Junaidi, masih beranggapan bahwa publik pada 'Jaman Now' banyak yang belum cerdas sehingga ada dugaan, dia sedang berupaya menipu dan membodoh-bodohi publik dengan bahasa-bahasa tidak jujur alias bohong.

"Atas sikap Junaidi yang terkesan banyak memberikan keterangan bohong saat dikonfirmasi terkait seabrek indikasi masalah di sekolah yang dia pimpin saat ini, saya akan panjatkan do'a, Yaa Allah, Ampunkanlah dosa Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Patra Nusa Manyak Payed," demikian ungkap Ketua LSM Gerakan Meusafat Peduli Untuk Rakyat (GEMPUR), Mustafa Kamal kepada LintasAtjeh.com, Senin (04/12/2017). 


Menurut Mustafa, keterangan dari Junaidi bahwa pelaksanaan bimbingan belajar (bimbel) yang sedang dilaksanakan para siswa/i kelas XII SMA Negeri 2 Patra Nusa Manyak Payed, bukanlah kehendak dari sekolah, tapi karena keinginan dari pihak orang tua/wali bersama komite terindikasi sebagai 'kebohongan besar' dan akan menjadi tertawaan besar oleh para masyarakat cerdas di seluruh nusantara.

Pasalnya, jelas Mustafa, pelaksanaan bimbel pada setiap sekolah di seluruh nusantara dicetuskan oleh pihak sekolah sendiri. Namun demikian, pihak sekolah diharuskan melakukan musyawarah dengan para orang tua/wali murid melalui rapat komite. 

Catat, keterangan dari Junaidi yang mengatakan bahwa rapat terkait rencana pelaksanaan bimbel hanya dihadiri sekitar 50 persen orang tua/wali, dan tidak dihadiri oleh ketua komite, jelas-jelas membuktikan bahwa pelaksanaan bimbel di SMA Negeri 2 Patra Nusa Manyak Payed, bukanlah keinginan dari pihak orang tua/wali bersama komite.

Mustafa juga menegaskan bahwa LSM GEMPUR turut mengutuk pelaksanaan bimbel di SMA Negeri 2 Patra Nusa Manyak Payed yang tidak bedanya seperti pelaksanaan rombongan belajar (rombel). Oleh karenanya, pelaksanaan bimbel sejumlah 59 siswa/i yang hanya menggunakan dua ruang kelas merupakan salah satu bentuk penipuan yang mengarah kepada 'pembodohan' terhadap anak para bangsa'.

LSM GEMPUR juga menolak keras pernyataan Junaidi bahwa SMA Negeri 2 Patra Nusa Manyak Payed tidak bertanggung-jawab terhadap pelaksanaan bimbel yang hanya menggunakan dua ruang kelas untuk sejumlah 59 siswa/i. Dan alasan Junaidi bahwa hal tersebut sepenuhnya menjadi tanggung-jawab pihak pelaksana bimbel, yakni Ganesha Operator (OP), terkesan sebagai alasan yang mengada-ngada.

Sebaiknya alasan itu disampaikan langsung oleh Junaidi pada saat dirinya diperiksa penegak hukum. Karena apapun alasannya, secara ketentuan hukum, segala permasalahan yang terjadi terhadap para siswa/i di sesuatu sekolah merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari pihak sekolah tersebut.

Mustafa menambahkan, baru keterangan tentang pelaksanaan bimbel yang dibedah, sudah terlihat secara jelas dan terang benderang bahwa selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Patra Nusa Manyak Payed, Junaidi terindikasi memiliki sifat suka berbohong. Apabila dibedah keterangan Junaidi yang lainnya maka diduga kuat pihak publik akan menertawai dan mengejek dirinya karena semakin terbaca tentang keterangan bohong yang lainnya.

"Selaku Ketua LSM GEMPUR, saya ingin menghimbau Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Patra Nusa Manyak Payed, Drs Junaidi, agar sebelum dipanggilan oleh penegak hukum, segeralah bertobat," tutup Mustafa Kamal.[Zf]

Baca Juga