Presma Unsam Langsa Minta Izin Alfamart dan Indomaret Dicabut

LANGSA - Keberadaan swalayan Alfamart dan Indomaret di Kota Langsa merupakan salah satu penyebab penghambat serta mematikan pedagang kecil yang ada di daerah tersebut.

Hal ini disampaikan Presiden Mahasiswa Unsam Langsa T. Syahrul kepada LintasAtjeh.com melalui pesan rilisnya, Rabu (31/1/2018).

“Keberadaan mini market tersebut memang memiliki dampak negatif maupun positif. Salah satu dampak negatifnya, yakni berdampak buruk pada perekonomian rakyat kecil,” tegasnya.

Menurut Syahrul, meski keberadaan mini market itu membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan memperluas jaringan investor, namun masyarakat khususnya pengusaha kecil harus menghadapi dan menerima kondisi perekonomian yang diakibatkan keberadaan minimarket tersebut. 

"Kita berharap Pemko harus mengatur mini market sejenis Alfa Mart maupun Indomaret agar tidak terlalu merugikan pengusaha kecil yang ada di Kota Langsa," harapnya. 

“Dengan kehadiran pasar modern di Kota Langsa, tentu berdampak negatif terhadap pengusaha lokal yang ada di Kota Langsa secara drastis termasuk kehadiran mini market modern. Pasalnya selain luas wilayah Kota Langsa yang sempit dibandingkan dengan kota-kota besar di Luar Aceh, sebenarnya kalau mau diatur dengan baik, Kota Langsa belum bisa menerima kehadiran pengusaha luar seperti Indomart atau Alfamart. Karena ini berdampak pada kelangsungan usaha kecil,” imbuhnya.

Untuk itu, sambutannya, kita meminta kepada Walikota Langsa untuk mencabut operasinal Alfamart dan Indomaret. Karena ini sangat berbahaya buat pedagang tradisional khususnya di Kota Langsa dan Aceh pada umumnya. 

"Kita masih memegang adat istiadat ke Acehan, jangan sampai pengusaha dari luar merusak pedagang tradisional di aceh. Kalau Walikota Langsa tidak mencabut izin Alfamart dan Indomaret, jangan salahkan kami apabila melakukan aksi dan merazia bahkan mengusir secara langsung pihak Alfamart dan Indomaret di Kota langsa," Tegasnya.[Sm]

Baca Juga