-->

Jembatan Putus, Warga Enam Desa ‘Sengsara’

02 Februari, 2015, 06.46 WIB Last Updated 2015-02-01T23:47:08Z
LHOKSUKON - Warga enam desa di pedalaman Aceh Utara dan Aceh Timur resah pasca putusnya jembatan ponton penghubung masyarakat kabupaten tetangga ini. Rusaknya jembatan tersebut terjadi  pertengahan Desember 2014. Itu sebabnya, pemerintah Provinsi Aceh harus turun tangan.

Keuchik Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Jaharuddin, kepada lintasatjeh.com, Minggu (1/02/2015), menyebutkan, ke enam desa yang dimaksud adalah Desa Sejudo, Sah Raja dan Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.

Sementara tiga desa lainnya adalah Desa Lubok Pusaka, Buket Linteung dan Sereukey, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. “Rusaknya jembatan tersebut disebabkan oleh banjir yang mengepung kampung kami, yang mengakibatkan jembatan ponton terputus. Pasca putusnya jembatan ini, maka warga harus menyeberang sungai dengan menaiki rakit,” jelas Jahar.

Menurut Jahar, jembatan ponton ini adalah satu-satunya jembatan yang digunakan  warga enam desa tersebut untuk melintasi sungai terusan Arakundo-Jambo Aye, itu saban hari. Atas dasar itu, beberapa warga menyediakan jasa rakit sebagai transportasi penyeberangan. Untuk orang dewasa, pekerja harus membayar jasanya Rp 10 ribu.

“Kalau kenderaan roda dua Rp 15 ribu per unitnya, kalau orang Rp 10 ribu diambil, kalikan saja, bila warga harus pulang pergi. Maka rata-rata warga harus mengeluarkan uang Rp 50 ribu untuk ongkos rakit, pasca jembatan ini putus.  Kita sangat berharap agar pemerintah segera memperbaiki jembatan ini,” pinta Jahar yang diaminkan sejumlah warga lainnya.

Tiga Rumah Hilang

Banjir pertengahan  Desember 2014 ini juga membuat sungai Arakundo-Jambo Aye bertambah erosi. Tiga unit rumah warga Dusun Tanah Merah, Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, yang berada di pinggiran sungai itu ambruk ke dasar sungai. Ketiga pemilik rumah ini adalah Anwar Syahdat, Rahman dan H Raman.

Pasca hilangnya tempat tinggal, ketiga Kepala Keluarga (KK) tersebut harus mengungsi. “Ada yang mengungsi ke bekas gedung SDN 7 dan ada juga yang mengungsi ke rumah saudara atau anakanya. Maka kita sangat berharap kebinjakan pemerintah untuk membangun korban ini,“ harap Jahar polos.

Jahar memprediksi, kerugian yang ditimbulkan akibat banjir tersebut capai ratusan juta rupiah. [Malek]
Komentar

Tampilkan

Terkini