-->

Kopi Luwak Malabar Dijual Sampai ke 9 Negara

06 April, 2015, 21.42 WIB Last Updated 2015-04-06T14:43:11Z
MARGAMULYA - Kopi yang dihasilkan dari lahan di kaki gunung Malabar makin melebarkan sayapnya. Kopi Malabar yang sudah mendunia, yakni Kopi Luwak yang menggunakan brand Golden Malabar, kini dijual di 9 negara.

Pemilik Golden Malabar, Supriatna Dinuri, menjelaskan, kopi luwaknya sejauh ini sudah sampai hingga benua Eropa, Amerika dan Asia. Di Asia, kopi luwaknya sudah sampai di Taiwan, HongKong, Cina, Korea, Singapura, dan Jepang. "Taiwan, Cina, Korea, masih belum bisa memenuhi semuanya," ujar Dinuri, Senin (6/4).

Sementara, di Eropa, yakni Jerman dan Republik Ceko yang selalu memesan kopi luwak dari Malabar. Sedangkan di Amerika, yakni Kanada.

Di lahan pertanian kopi di Kampung Pasirmulya, Desa Margamulya, Pangalengan, kata dia, terdapat 167 petani kopi, yang tergabung dalam kelompok tani Rahayu Tani. Jenis kopi di sana, arabika. Musim panennya, pada Mei, Juni, Juli dan Agustus. Dinuri menjelaskan, saat musim panen itu, sebulannya bisa menghasilkan 400 kilogram kopi mentah yang siap disangrai (kopo greenbean). Jumlah tersebut berasal dari 78 luwak yang berada di kandang. "400 kilo itu dari 78 luwak," kata dia.

Sementara, di kebun, juga terdapat lagi 200 ekor luwak. Satu ekornya, dalam sehari itu bisa memproduksi 15 gram kopi jenis greenbean. Total dalam sebulan dari 200 ekor itu, yakni bisa mencapai 900 kilogram kopi greenbean.

Namun, Dinuri mengakui, di Maret dan April saat ini, tidak ada kopi yang bisa dipanen. "Di Januari ada panen sedikit," kata dia.

Untuk pemasaran di Indonesia sendiri, jelas dia, Kopi Golden Malabar biasa memasarkan ke komunitas-komunitas pecinta kopi di Bandung, dan beberapa cafe di sana. "Ada juga yang secara personal memesan langsung ke sini," ujar dia. [Republika]
Komentar

Tampilkan

Terkini