-->

Pedagang Bandel dan Parkir Sebabkan Lhoksukon Semrawut

23 April, 2015, 14.11 WIB Last Updated 2015-04-23T07:12:20Z
LHOKSUKON - Keberadaan Pedagang di Pasar Lhoksukon, dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjajakan dagangannya hingga nyaris menutupi setengah badan jalan menyebabkan pusat kota di Lhoksukon, Aceh Utara semakin semrawut.

Tak hanya itu, warga yang berbelanja juga memarkirkan kenderaannya di sembarangan tempat. Sama halnya dengan PKL, parkir sembarangan tempat pun nyaris menutupi setengah badan jalan.

Padahal, Pemerintah telah menyiapkan pasar terpadu untuk para pedagang pasar dan pedagang yang tidak miliki lapak. Namun, pedagang enggan menempati karena masih banyak fasilitas yang belum lengkap di tempat itu.

“Belum bisa ditempati, karena belum difasilitasi MCK (toilet/wc,red). Terus bisa-bisa langganan kami kabur,” ujar Saiful (39), salah seorang pedagang di Lhoksukon yang ditemui lintasatjeh.com, Kamis (23/4/2015).

Kepala Bidang Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Aceh Utara, Zainal Abidin, S.Sos, MM, membenarkan hal itu. “Memang iya masih banyak yang belum lengkap, salah satunya jalan di halaman pasar tersebut,” katanya singkat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar di Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Aceh Utara, Masyari mengatakan, bahwa pihaknya telah berulang kali menyurati para PKL dalam himbauan secara lisan dan tulisan.

“Sudah berulang kita surati mereka, tapi diabaikan. Malah mereka ada yang berani melawan petugas saat kita melakukan eksekusi pemindahan para PKL ke tempat yang sesuai,” kata Masyari.

Akan tetapi, pihaknya menegaskan sebelum tiba bulan Ramadhan ini semua PKL dan parkir sembarangan tempat akan segera di tertibkan. “Sebelum ramadhan lah nanti kita tertibkan, yah mudah-mudahan berhasil,” tukasnya. [Chaisya Malda]
Komentar

Tampilkan

Terkini