-->

Banyak Dokter, Insinyur dan Guru Migran Cari Suaka di Swedia

03 Juni, 2015, 20.51 WIB Last Updated 2015-06-03T13:51:25Z
SWEDIA - Jumlah dokter, insinyur dan guru yang berada di antara ribuan pencari suaka tahun lalu mencatat rekor, kata Dewan Pendidikan Tinggi Swedia dilansir The Local hari Rabu (3/6/2015).

Lulusan dari luar negeri perlu divalidasi oleh Dewan Pendidikan Tinggi Swedia (UHR) terlebih dahulu untuk mendapat pengakuan. Dan menurut UHR jumlah lulusan insinyur sipil asing yang mendapatkan pengakuan dari lembaganya berlipat ganda dalam masa setahun terakhir, yang disebabkan oleh banyaknya migran terdidik yang pindah ke Swedia.

“Jumlahnya bertambah terus dalam periode yang lama dan tahun ini kita bisa katakan angkanya terus meningkat,” kata Lars Petersson, salah seorang manajer departemen di UHR kepada lembaga penyiaran Swedia SVT hari Rabu.

Petersson mengatakan bahwa jumlah aplikasi pemilik gelar dari luar negeri yang diakui di Swedia naik 55 persen dalam waktu lima tahun terakhir, dari sekitar 5.000 di tahun 2013 menjadi 7.739 di tahun 2014, tulis The Local.

Tahun 2014 UHR menyetujui aplikasi 920 lulusan insinyur sipil asing dan tahun sebelumnya 401 aplikasi.

“Itu merupakan keahlian yang jumlahnya masih kurang di sini, dan dibawa langsung masuk ke pasar kerja Swedia,” kata Petersson, seraya menambahkan bahwa jumlahnya masih terus meningkat.

Sementara itu, Badan Kesehatan dan Kesejahteraan Nasional (Socialstyrelsen) mengkonfirmasi kenaikan serupa. Lembaga itu mengatakan menerima kenaikan jumlah aplikasi lulusan luar negeri yang ingin mendapatkan pengakuan di Swedia. Dari tahun 2013 ke 2014 terdapat pertambahan 36 persen.

Jika dilihat dari perbandingan jumlah penduduk, Swedia merupakan negara Uni Eropa yang paling banyak memberikan suaka kepada migran dibanding negara anggota UE lainnya.

Jumlah penduduk negara dikawasan Nordik itu sekitar 9,7 juta dan tahun lalu lebih dari 33.000 pengungsi mendapatkan suaka di Swedia.

Kebijakan imigrasi yang relatif terbuka di Swedia menjadi topik perdebatan panas, di mana partai-partai oposisi dari kanan-tengah dan para pendukungnya lebih suka jika migran hanya diberikan izin tinggal sementara saja dan bukan suaka tetap.[Hidayatullah]
Komentar

Tampilkan

Terkini