-->

Takut Diracun, Kim Jong Un Minta Semua Sayuran Diperiksa Ketat

12 Juli, 2015, 11.23 WIB Last Updated 2015-07-12T04:24:33Z
JAKARTA - Pemerintah Korea Utara memerintahkan pemeriksaan ketat terhadap berbagai sayuran yang akan disajikan untuk pemimpin negeri itu, Kim Jong Un.

Kabar ini memicu spekulasi bahwa pemimpin muda Korea Utara itu memiliki kekhawatiran bahwa seseorang akan meracuni makanan yang disantapnya. Demikian dikabarkan harian Daily NK yang terbit di Korea Selatan.

Pemerintah kini memeriksa secara ketat semua sayuran yang ditanam di perkebunan 6.17 di Pyongyang. Perkebunan ini adalah penyedia berbagai jenis sayuran untuk pemimpin Korea Utara itu.

"Berbagai jenis sayuran yang diseleksi ketat itu akan dibawa ke sebuah unit khusus setiap hari sebelum menjalani pemeriksaan akhir. Tim pemeriksa menggunakan mikroskop untuk mencari kuman, racun atau elemen-elemen berbahaya lainnya," ujar seorang sumber kepada harian Daily NK.

"Meski sudah diperiksa di perkebunan, berbagai sayuran itu akan dibawa ke Biro Pengawal untuk mendapatkan lampu hijau sebelum disajikan untuk pemimpin besar," tambah sumber itu.

"Sebelum disajikan untuk Kim Jong Un, sayur mayur itu akan dicuci dengan seksama hingga bersih. Lalu sayuran itu harus menjalani pemeriksaan di berbagai departemen sebelum diserahkan untuk menjalani pemeriksaan eksekutif sebelum mendapatkan nilai 8 atau 9," tambah sang sumber.

Tak hanya melakukan pemeriksaan ketat, para pekerja di perkebunan juga diseleksi. Hanya mereka yang memiliki "songbun" bisa bekerja di perkebunan tersebut. "Songbun" adalah hubungan keluarga atau kesetiaan terhadap partai komunis yang berkuasa.

"Para pekerja di perkebunan itu adalah mereka yang memiliki songbun terbaik dan biasanya masih lajang dan berusia 20-an," lanjut sang sumber.

"Sedangkan para pengawas adalah warga Pyongyang dengan songbun sempurna serta telah lulus dari Universitas Kedokteran Pyongyang. Mereka bisa menghabiskan beberapa menit untuk memeriksa selembar daun bayam," tambah dia.

Para pekerja perkebunan ini juga harus mendapatkan pendidikan setingkat doktor sebelum diterima menjadi pekerja di perkebunan tersebut.

Perkebunan 6.17 dibangun pada 1980-an atas perintah Kim Jong Il, ayah Kim Jong Un. Perkebunan itu diklaim menghasilkan buah-buahan dan sayuran di dalam rumah-rumah kaca yang tersebar di atas lahan seluas 6 hektare.

Di perkebunan ini terdapat lima unit kerja yang masing-masih memiliki 80 orang staf dengan tugas berbeda dalam menanam berbagai produk perkebunan itu.[Kompas]
Komentar

Tampilkan

Terkini