ACEH
TIMUR - Ridwan Abakar atau yang akrab disapa dengan
panggilan Nek Tu adalah sosok yang sangat berpengaruh di Aceh. Sosok yang
disanjung dan disegani di kalangan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) maupun
masyarakat Aceh. Bagaimana tidak? Selain dalam masa pergerakan Aceh Merdeka
beliau memikul tanggung jawab sebagai wakil panglima komando operasi Negara
Aceh sampai perdamaian RI-GAM.
“Beliau juga merupakan Eks
Tripoli, yang menuntut ilmu militeran di Libiya, disana lebih kurang satu tahun
tiga bulan dan Nek Tu salah satu Tripoly yang mendapat penghargaan dari
Presiden Libiya Khadafi,” kata Juru Bicara Tim Pemenangan Nek Tu, Razali Yusuf
kepada LintasAtjeh.com melalui siaran persnya, Sabtu (2/7/2016).
Kemudian di tahun 2009
hingga tahun 2016, lanjut Razali, beliau mewakili rakyat Aceh Timur di gedung parlemen
Aceh melalui Partai Aceh (PA) dan selama itu pula Eks kombatan GAM yang berada
di wilayah Aceh Timur dan masyarakat Aceh Timur merasa bersyukur karena diwakili
oleh sosok Nek Tu dalam parlemen Aceh.
“Tapi jauh dari dugaan,
Nek Tu mengundurkan diri dari Partai Aceh (PA). Tentu ada sebab atau alasan
beliau mengundurkan diri dari Partai Aceh dan mencalonkan diri menjadi Bupati
Aceh Timur melalui jalur Independen,” kata dia.
Dan yang sangat luar biasa,
sambung dia, bukan perkara Nek Tu merupakan Eks Tripoli atau Wakil Panglima
Komando Operasi GAM, tapi hari ini, antusias masyarakat Aceh Timur menyambut Nek Tu mencalonkan diri menjadi bupati sangat
luar biasa.
“Terbukti memang,
masyarakat Aceh Timur butuh sosok seperti Nek Tu. Nek Tu sedang mempersatukan rakyat
Aceh Timur dan 'melawan' ketidakadilan.[Rls]



.jpg)




