![]() |
| IST |
ACEH TIMUR – Aksi
pembacokan menimpa seorang nelayan bernama Iskandar bin Rajali (49 thn), warga
Desa Seuneubok Baru, Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur, Senin (4/7/2016)
sekira pukul 18.30 WIB.
Informasi yang berhasil
dihimpun LintasAtjeh.com, kejadian berawal saat Kepala Lorong desa setempat menegur istri
korban agar jangan bermain mercon (petasan) dan jangan dicampakkan (dilempar)
dekat orang.
“Kalau mau main,
jauh-jauh, jangan disini,” kata Keplor.
Tidak terima ditegur, lalu
istri korban menanyakan hal tersebut kepada suaminya, selanjutnya istri
tersangka mendatangi istri korban dengan mengumpat. “Memang penyakit kalian
tinggal disini,” sebut istri M. Yusuf.
Suasana semakin memanas, lalu
terjadi percecokan dan tidak lama datang M. Yusuf yang biasa dipanggil Pak Sono
dengan membawa dua parang dan sebuah tombak.
Anak M. Yusuf juga membawa
satu parang lalu menggertak korban,"Sini kau Kandar, kalau berani jangan
disitu".
Pantun pun berbalas, lalu
korban (Iskandar) mengatakan,”Ayok sini juga kalau berani”.
Setelah korban keluar, Pak
Sono (TSK) langsung membacok bagian perut Iskandar. Istri korban mencoba
menghalangi tapi Pak Sono malah mencoba membacoknya. Tapi istri korban langsung
lari mencari pertolongan.
Bukannya berhent, TSK
terus membacok korban bahkan anak TSK justru ikut membacok bagian belakang
korban.
Kasus saat ini sedang
ditangani aparat Polres Aceh Timur, untuk pengusutan lebih lanjut.[Red]
