-->

Gloria....Gloria, Siapakah Dia?

17 Agustus, 2016, 06.54 WIB Last Updated 2016-08-16T23:55:50Z
IST
DEPOK - Gloria Natapradja Hamel (16) siswi kelas 10 SMA Dian Didaktika Cinere, yang gugur menjadi anggota Paskibraka 2016 karena memiliki paspor Perancis, memang berayah asal Perancis yakni Didier Hamel.

Didier Hamel menikah dengan Ira Natapradja, perempuan asal Subang, Jawa Barat. Dari pernikahan itulah mereka dikaruniai anak satu-satunya atau anak tunggal yakni Gloria Natapradja Hamel.

Sejak tahun 90 an, keduanya tinggal di Megapolitan Estate di Jalan Sulawesi, Blok G, Nomor 96 A, Cinere, Depok.

Rumah dua lantai yang mereka tinggali sangat besar dengan jendela-jendela besar memanjang di lantai dua rumah. Meski sudah agak tak terawat, rumah berwarna putih itu masih tampak megah.

Saat didatangi Warta Kota, sebagian besar sisi rumah Gloria tampak gelap.

Di bagian depan ada gerbang besi putih, setinggi satu setengah meter. Dibaliknya ada teras dengab garasi berpintu kayu seperti berjendela etnik betawi.

Perpaduan kemegahan rumah dengan corak etnik, menandakan penghuninya memiliki selera seni yang tinggi.

Budi Santoso (39) penjaga rumah Gloria menuturkan Didier Hamel, ayah Gloria memang seorang seniman asal Perancis, sekaligus pengusaha bidang seni.

"Ayah Gloria, punya galeri seni di Kemang. Dia itu seniman sekaligus pengusaha barang seni," kata Budi saat ditemui Warta Kota di rumah Gloria, Senin (15/8/2016) malam.

Menurut Budi, sejak kecil di rumah itulah Gloria tinggal dan diasuh oleh dua orang yakni Mak Acih dan Uun (50).

"Jadi Gloria itu sejak kecil dari play grup sampai SMA ya sekolah di Cinere ini," kata Budi.

Uun, pengasuh Gloria sejak bayi, menuturkan Ira, ibunda Gloria melahirkan Gloria tahun 2000 lalu di RS Puri Cinere.

"Jadi Gloria itu lebih Indonesia banget, karena memang sejak kecil di sini," kata Uun.

Karenanya saat masuk seleksi menjadi anggota Paskibraka beberapa bulan lalu, Gloria semangat sekali.

"Tapi sekarang dia jadi terpukul sekali karena dinyatakan gak lolos cuma gara-gara disangka kewarganegaraan Perancis. Kami jadi ikut sedih semua," kata Uun.

Menurut Uun, sejak awal, ibu Gloria, Ira sudah memaparkan fakta bahwa Gloria adalah keturunan Perancis.

"Kalau memang gak bisa lolos karena itu, harusnya sejak awal digugurkan. Bukannya tinggal beberapa hari lalu dinyatakan gak lolos. Gloria jadi sangat terpukul, karena sejak awal antusias dan semangat jadi Paskibraka," kata Uun.

Uun mengaku masih berharap, Gloria tetap bisa menjadi anggota Paskibraka dan mengibarkan bendera pusaka saat peringatan Hari Kemerdekaan di Istana Negara.

"Keluarga dan kami berharap Gloria tetap bisa jadi anggota Paskibraka 2016 dan ikut upacara di Istana bawa bendera pusaka," kata Uun berharap.[WartaKota]
Komentar

Tampilkan

Terkini