-->


Ini Kata Haji Uma Soal Wacana Pengetatan Caleg dari Artis

26 Agustus, 2016, 16.34 WIB Last Updated 2016-08-26T09:35:18Z
IST
ACEH TAMIANG – Saat ini bergulir wacana dalam pembahasan draf RUU tentang pemilu yang tengah diselesaikan Kementerian Dalam Negeri, untuk menghasilkan keterpilihan legilatif yang berkualitas, dimana muncul isu akan ada pengetatan calon dari latar belakang artis.

RUU tersebut dinilai diskriminatif oleh sejumlah kalangan politikus, sebab artis yang maju dalam pemilu dan saat ini duduk di legislatif dan ekskutif memiliki prestasi dan sudah melakukan transformasi dari keartisan menjadi politikus tulen.

Lantas, bagaimana tanggapan Anggota DPD RI asal Aceh, yang memiliki latar belakang seorang artis dan sudah berbuat banyak setelah terpilih melenggang ke Senayan.

H. Sudirman yang lebih dikenal dengan sapaan Haji Uma yang booming dalam serial komedi Aceh Empang Breuh ini, mengatakan sebenarnya pihak pemerintah sendiri sudah mengakui artis dan seniman itu sebuah profesi.

“Bukankah sekarang sudah dibentuk badan ekonomi kreatif, bahkan menjadi usulan prolegnas RUU yang sedang di godok DPD RI Komite III. Ini adalah sinerjitas pemerintah dalam pendapatan negara yang tidak lagi tertumpu pada mengexploitasi alam. Maka dari itu profesi artis adalah salah satu dari 16 (enam belas) bidang di ekonomi kreatif,” katanya saat dihubungi LintasAtjeh.com, Jum’at (26/8/2016).

Menurut Haji Uma, bicara tentang seniman tidak bisa berbuat banyak di dalam politik tentunya bidang politik apa dulu yang kita pertanyakan. Kalau dalam membuat regulasi budaya seni dan tatanan sosial itu memang ranahnya artis.

“Kalau terkait UU pemerintahan, saya yakin yang tidak sekolah hukum juga tidak mampu. Karena juga banyak dari anggota dewan sekarang yang latar belakang pedagang maupun pengusaha. Apakah mereka mengerti hukum?” tanyanya balik.

“Hanya negara kita,  Indonesia yang memandang seniman itu dengan sebelah mata, tapi di India malah menjadi penggerak ekonomi,” imbuhnya mantap.

Dan Arnold di Amerika, lanjut dia, sukses nenjadi gubernur, maka kita harus dewasa dalam memberi pernilaian. Legitimasinya masyarakat itu sangat akurat, karena selama ini justru masyarakat dibodohkan dan dipolitisir oleh orang-orang jago politik.

“Adapun dinamika yang berkembang, artis itu tidak produktif itu kembali semua kepada individu, karena pada dasarnya semua sama,” pungkasnya.[Zf]
Komentar

Tampilkan

Terkini