-->


ADRT PKB Aceh Tidak Jelas, DPP PKB Harus Turun Tangan

07 September, 2016, 21.20 WIB Last Updated 2016-09-07T14:22:33Z
BANDA ACEH - Zulkarya mantan Sekretaris Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pidie yang dipecat akan melakukan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Aceh.

Ia menilai, selama kepemimpinan Irmawan sebagai Ketua DPW PKB Aceh dan Sekretaris Amrizal banyak permasalahan yang tidak jelas serta menjadi pertanyaan besar dalam managemen kepemimpinan di internal PKB  Aceh yang justru berdampak merugikan para kader PKB belakangan ini baik di DPW dan DPC.

“Banyak diantara orang-orang yang duduk di kepengurusan DPW PKB Aceh tidak pernah dilibatkan dalam segala hal oleh Ketua PKB Aceh Irmawan dan Amrizal Sekretaris. Sehingga wajah-wajah sejumlah pengurus itu sendiri tidak pernah kelihatan sepertinya sengaja dikandangkan,” kata Zulkarya kepada LintasAtjeh.com, Rabu (7/9/2016) di Banda Aceh.

Tak hanya itu, persoalan keuangan di tubuh PKB juga dirasakan tidak pernah disampaikan secara transparan. Dikatakan Zulkarya, untuk menyahuti desakan dan keprihatinan DPC terhadap kepempinan DPW PKB Aceh sudah selayaknya dilakukan Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswil) Aceh agar roda partai dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Jangan partai disamakan dengan perusahaan, sehingga dengan sesuka hatinya menjalankan roda partai tanpa ada managemen anggaran rumah tangga PKB. Ingat bahwa PKB itu merupakan milik orang banyak, bukan milik pribadi ketua dan sekretaris,” ucapnya.

Sementara itu, H. Munir Ubiet selaku Ketua DPC PKB Abdya kepada LintasAtjeh.com, mendukung bila mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Irmawan dan Amrizal di PKB Aceh segera dilakukan dan dinilai tidak menjalankan roda organisasi dengan benar.

“Surat mosi tidak percaya itu akan disampaikan kepengurus DPP PKB," ujar mantan anggota DPRK Abdya dari PKB.

Munir meminta  pengurus DPP PKB untuk peduli serta turun tangan guna membenahi partai, jangan sampai hancur apalagi tidak berfungsi seperti saat ini.

“Diharapkan polemik yang terjadi bisa segera tuntas," harapnya.[Redaksi]
Komentar

Tampilkan

Terkini