-->


Dekranasda Aceh Nilai Desa Kerajinan Reudep

06 September, 2016, 17.26 WIB Last Updated 2016-09-06T10:26:46Z
ACEH BESAR - Tim Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Aceh yang dipimpin Amir Syarifuddin melakukan peninjauan, evaluasi dan penilaian Desa Kerajinan Bordir Pakaian di Gampong Reudep, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, Selasa (6/9/2016).

Hadir dalam kesempatan itu, Pengurus Dekranasda Aceh, Ketua Dekranasda Aceh Besar Lissiani M Djuned, Wakil Ketua Hj. Nazriati, SSi, Muspika Montasik, dan para pengrajin di wilayah tersebut.

Ketua tim penilai Dekranasda Aceh, Amir Syarifuddin menilai, potensi pengrajin yang ada di Gampong Reudep patut mendapat apresiasi dalam memajukan usaha bordir. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar harus terus memotivasi para pengrajin yang mayoritas merupakan kaum wanita untuk terus berkarya dan memberikan hasil terbaik guna meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan kelompok serta keluarga masing-masing.

"Kepada instansi terkait juga diminta dapat melakukan pembinaan yang berkelanjutan, sebab Aceh Besar memiliki prospek cerah dalam bidang kerajinan bordir," pungkasnya.

Sedangkan Kadisperindagkop dan UKM Aceh Besar, Taufiq, SH, menjelaskan pihaknya amat concern (perhatian) untuk memajukan dan memberdayakan para pengrajin agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Diharapkan agar Gampong Reudeup dapat meraih prestasi terbaik sehingga bisa membawa harum nama daerah serta kerajinan bordir pakaian yang mereka geluti juga makin berkembang dan maju.

Sementara, Ketua Dekranasda Aceh Besar Lissiani M Djuned didampingi Wakil Ketua Hj. Nazriati, SSi, menjelaskan saat ini usaha kerajinan bordir di Kabupaten Aceh Besar terus berkembang dan diminati.

"Gampong Reudep dengan penduduk 997 orang, yang menekuni kerajinan bordir sebanyak 91 orang yang terdiri dari 13 kelompok usaha kerajinan," sebutnya.

Dekranasda Aceh Besar, kata Lissiani, bersama Disperindagkop dan UKM tetap serius untuk selalu memajukan para pengrajin dengan berbagai pembinaan dan bantuan usaha. Sehingga produk yang dihasilkan dapat terkenal dan diminati pasar, baik di Aceh maupun luar Aceh.

“Kami berharap, Pemerintah Aceh melalui Dekranasda Provinsi Aceh untuk tidak hanya sebatas penilaian dan pemberian bantuan. Namun mencakup pendampingan dan fasilitasi, baik berupa pelatihan dan promosi serta pendampingan berwiraswasta, sehingga gampong kerajinan benar-benar menjadi gampong mandiri produksi dan pemasaran hingga mampu mensejahterakan para pengrajin bordir di Aceh Besar,” ujar Lissiani yang juga istri Bupati Aceh Besar itu.[DW]
Komentar

Tampilkan

Terkini