-->

Iklan

500 Mahasiswa Unsyiah Dibekali Tentang Bahaya Laten Komunis

18 Maret, 2017, 19.56 WIB Last Updated 2017-03-22T14:50:54Z
ACEH BESAR - Sedikitnya 500 Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengadakan Rapat Kerja (Raker) sekaligus Upgrading kepengurusan BEM Unsyiah 2017 di Rindam Iskandar Muda, Sabtu (18/03/2017).

Pada kesempatan tersebut, Dandodik Bela Negara Rindam Iskandar Muda Letkol Inf  Slamet Riyanto, SAg, MM, memberikan pembekalan bela negara dan tentang bahaya laten komunis kepada peserta Raker.

Ia menjelaskan, bahwa Bela Negara merupakan tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut serta dilandasi oleh kecintaan kepada tanah air.

“Keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara serta kerelaan untuk berkorban, guna meniadakan setiap ancaman,” ujarnya.

Bagaimana peran pemuda dan para mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Letkol Inf. Slamet Riyanto, SAg, MM, menjelaskan pemuda merupakan sosok yang mempunyai kekuatan bagi sendiri dalam kehidupan berbangsa dan negara.

“Pemuda merupakan 'Tiang Negara' jika pemuda di suatu negara kuat, maka tegaklah negara dan sangat berperan dalam 'Nation and Character Building' sehingga gengsi, prestasi dan reputasi ada pada pemuda,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut  Presiden Mahasiswa Unsyiah, Rachmad Faisyal, Wakil Presiden Mahasiswa Unsyiah Dedy Safriady, M. Reza Saputera, Sekjend Muhammad Rizqy dan Seskab Muhammad Suhail Ghifari serta Waseskab Dea Diandra.[Pen IM]
Komentar

Tampilkan

Terkini