Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Kapendam XVII/Cend: Biadab, KKSB Kembali Membantai di Yigi Nduga Papua!

Share it:
Proyek pembangunan jalan di Papua (PUPR) 
JAYAPURA - Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa berdasarkan laporan dari Pendeta Wilhelmus Kogoya (Tokoh gereja distrik Yigi) melalui saluran Radio SSB yang diterima oleh aparat keamanan pada tanggal 03 Des 2018 pukul 15.30 bahwa telah terjadi pembantaian terhadap pejerja jembatan karyawan PT. Istaka Karya sejumlah 24 orang tewas tertembak.

Berdasarkan keterangan tertulis Kapendam XVII/Cend, Kolonel Inf Muhammad Aidi yang diterima LintasAtjeh.com, Rabu (05/12/2018), aparat keamanan TNI-Polri menanggapi laporan tersebut segera mengirim pasukan ke TKP dalam rangka upaya penindakan dan evakuasi korban.

Pada 4 Des 2018 sekira pukul 17.45 pasukan gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi 12  masyarakat terdiri dari 4 orang karyawan PT. Istaka Karya, 6 orang petugas Puskesmas Mbua dan 2 orang guru SMP Mbua dengan menggunakan Hellycopter milik TNI AD. Diantara mereka terdapat 3 orang karyawan PT. Istaka Karya yang mengalami luka tembak korban kekerasan KKSB dan saat ini sedang di evakuasi ke RSUD Wamena.

Dijelaskan Aidi, dari keterangan salah seorang korban karyawan PT. Istaka Karya yang selamat dari pembantaian KKSB a.n JA membeberkan kronologis kejadian sbb:

Bahwa pada tanggal 1 Des 2018 seluruh karyawan PT. Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja karena pada hari itu ada upacara peringatan 1 Des  yang diclaim sebagai hari kemerdekaan KKSB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat.

Sekita pukul 15.00 kelompok KKSB mendatangai Kamp PT. Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang keluar selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dikawal sekitar 50 orang KKSB bersenjata campuran standard militer.

Keesokan harinya, Minggu tanggal 2 Desember 2018 pukul 07.00 seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo, di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok.

Tidak lama kemudian para KKSB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan sura hutan khas pedalaman Papua, mereka secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah.

Setelah itu KKSB meninggalkan para korban melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo, 11 orang karyawan yang pura-pura mati berusaha bangkit kembali dan melarikan diri. Namun malangnya mereka terliha oleh KKSB sehingga merek dikejar. 5 orang tertangkap dan digorok oleh KKSB (meninggal di tempat), 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah 2 orang diantaranya belum ditemukan sedangka 4 orang (diantaranya saksi Jimmy Aritonang) selamat setelah diamankan oleh  anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua.

Pada tanggal 3 Des sekitar pukul 05.00 WIT Pos TNI 755/Yalet tempat korban diamankan diserang oleh KKSB bersenjata standar militer campuran panah dan tombak, rupanya mereka tetap melakukan pengejaran. Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos sehingga salah seorang anggota yonif 755/Yalet a.n. Serda Handoko membuka Jendela sehingga tertembak dan meninggal dunia. Anggota pos membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 pagi hingga 21.00 WIT. Karena situasi tidk berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka pada 4 Des  pukul 01.00 WIT, Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan, saat itulah salah seorang anggota a.n Pratu Sugeng tertembak di lengan.

"Hari Selasa 4 Des 2018 pukul 07.00 WIT Satgas gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban. Menurut keterangan Saudara JA jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKSB di lereng bukit puncak Kabo adalah 19 orang," tandas Kapendam XVII/Cend.[*/Red] 
Share it:

news

Post A Comment: