0 Peusaba Aceh: Kalau Tak Sanggup Selesaikan Masalah di Aceh, Lebih Baik Plt Gubernur Mundur Terhormat - Lintas Atjeh

Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Peusaba Aceh: Kalau Tak Sanggup Selesaikan Masalah di Aceh, Lebih Baik Plt Gubernur Mundur Terhormat

Share it:
BANDA ACEH - Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman mengatakan agar Plt Gubernur Aceh tidak usah banyak berdalih jika memang tidak memiliki kapasitas kepemimpinan yang mumpuni dalam membangun dan menyelesaikan masalah di Aceh, lebih baik mundur secara terhormat. 

Plt Gubernur Aceh mengatakan pengangkatan Plt MAA adalah keputusan secara kolegial. Peusaba meminta Plt Gubernur jangan mencari alasan, sebab Ketua MAA sudah terpilih secara mubes dan sudah diucapkan selamanya oleh Plt Gubernur Aceh. 

"Kemudian Plt Gubernur malah mengangkat Plt Ketua MAA Aceh dan tidak mengakui hasil Mubes," sebut Mawardi, Jum'at (29/03/2019).

Peusaba mengingatkan masalah Plt MAA sudah menjadi masalah besar yang menimbulkan kemarahan publik di Aceh. Dari banyaknya gubernur yang memimpin Aceh tidak ada yang berani mengganggu adat Aceh. 

"Hanya seorang Plt Gubernur, saya ulangi lagi seorang dengan level Plt Gubernur berani merusak tatanan adat istiadat Aceh. Lantas setelah ini apalagi yang Plt mau lakukan terhadap Aceh," ketus Mawardi. 

Menurutnya, rakyat Aceh tidak akan diam begitu saja. Dalam sejarah Aceh yang ribuan tahun belum pernah tunduk kepada bangsa Asing. Akan ada perlawanan meluas melawan kedzaliman terhadap adat istiadat Aceh. 

Dalam kata-kata penutupnya, Mawardi Usman menceritakan sebuah cerita pada masa lalu. Ada dua orang berkawan akrab sekali kemana-mana mereka berdua. Pada suatu hari kawan jahat ini berniat mengkhianati kawannya. Datang penasehat, Tuanku dengarkan nasehat saya jika Tuanku mengkhianati kawan sendiri maka Allah akan mencabut kenikmatan tidur dalam diri Tuanku. 

Namun kawan yang jahat tidak mendengar, dia membunuh dan mengkhianati kawannya. Akhirnya dia tidak pernah merasa tidur nyenyak. Itulah hukuman bagi para pengkhianat. Kemudian kawan yang jahat itu menyesal namun sudah terlambat tak lama dia juga bernasib sama dengan kawan yang dikhianatinya.

"Seperti dikatakan, barangsiapa mengusir akan diusir. Barangsiapa mendzalimi akan didzalimi," tegasnya. [*/Red] 
Share it:

news

Post A Comment: