-->

Sejumlah Rumah dan Kantin di Abdya Dihantam Ombak Besar 

21 Juli, 2019, 14.55 WIB Last Updated 2019-07-21T07:55:50Z
ABDYA - Abrasi kembali terjadi di sejumlah wilayah pantai di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sampai saat ini juga belum teratasi dengan baik, Minggu (21/07/2019) sekira pukul 7.30 Wib.

Akibatnya, sejumlah rumah dan kantin disepanjang pantai rusak di kawasan sepanjang pantai desa Palak Kerambil (Pantai Jilbab) dan Pantai Bali di Desa Ladang Kecamatan Sosuh, Kabupaten setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin yang dijumpai di lokasi mengakui, abrasi kali ini terjadi akibat ombak pasang yang melanda sejumlah pantai dalam kabupaten Abdya dalam sepekan terakhir. 

Untuk saat ini, sambung Amiruddin, kerugian sementara akibat musibah tersebut sejumlah rumah penduduk rusak parah, bot nelayan yang masih dalam tahapan pembuatan terancam jatuh dan terseret arus. 

"Malah ada satu yang sudah jatuh dan terseret ombak, beruntung saat kejadian ada warga yang melihat dan menyelamatkan bot tersebut,” kata Amiruddin.
Tambah Amiruddin lagi, pihaknya saat ini sedang membantu warga untuk memindahkan kapal motor nelayan ke tempat yang lebih aman. Untuk kelancaran evakuasi satu unit beco jenis Loader dikerahkan untuk memindahkan kapal motor tersebut. 

Terkait dengan jumlah rumah warga yang terdampak, Amiruddin mengakui terdapat kurang lebih 18 rumah dan kantin warga yang dekat dengan bibir pantai sudah mulai terkikis dan rusak. “Banyak pohon yang ada di sekitar bibir pantai itu pun tumbang diterjang ombak,” sebut Amiruddin.

Sementara itu, Syaripudin salah seorang warga kepada awak media ini mengakui, abrasi pantai di kawasan pantai Jilbab sudah sangat sering terjadi.

“Abrasi ini sudah sering terjadi hampir tiap bulan,” ujaranya.

Oleh karena itu sambungnya, kita berharap pada pemerintah untuk mengatasi permasalahan abrasi tersebut secara permanen.

"Kita sangat berharap pemerintah dapat membangun penahan ombak, setidaknya saat pasang seperti ini tidak berdampak besar bagi pemukiman,” ujar Syaripudin.[Adi S]
Komentar

Tampilkan

Terkini