0 Duta Baca Aceh 2018: Peran Media Sangat Penting Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian - Lintas Atjeh

Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Duta Baca Aceh 2018: Peran Media Sangat Penting Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian

Share it:
ACEH BESAR - Duta Baca Aceh 2018, Sirathallah mengharapkan agar pemuda-pemudi dapat berkarya, mengisi ruang partisipasi serta membangun optimisme sesuai kemampuan dan potensi yang dimilikinya untuk membangun bangsa yang besar ini. Harapan tersebut disampaikan saat menjadi salah satu pembicara dalam program Seuramoe Putro TVRI, Rabu (07/08/2019), di Banda Aceh.

Selain Sirath yang merupakan perwakilan Duta Baca Aceh tahun 2018, hadir juga sebagai pembicara lainnya yaitu ilustrator muda Qurrata'ayun yang telah mengisi berbagai buku dengan karya seni ilustrasinya. Serta seorang pencipta buku Teuku Rizza Mulya yang memberikan motivasi dan harapan untuk terus berkaya di bidang literasi demi lahirnya para generasi pencipta jendela dunia.

Sirath juga berharap agar para pemuda-pemudi khususnya sebagai generasi penerus di masa mendatang agar ikut serta berperan untuk menciptakan suasana yang sejuk, nyaman, optimistis serta persatuan untuk bersama-sama membangun bangsa dengan tidak menebar kebencian khususnya melalui media sosial.

"Peran kita sebagai pemuda sangat penting dalam berbagai sisi, baik jurnalis, pengusaha, politisi, petani, nelayan dan lain sebagainya," ungkap Sirath. Sehingga peran tersebut dapat dimanfaatkan sebaiknya demi kesejahteraan dan keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Ia juga menyebutkan bahwa hoax dan ujaran kebencian kerap kali ditujukan kepada pemerintah. "Saat ini bukan zamannya lagi kita saling mencaci dan mencela, mari bersama-sama melibatkan diri secara pro-aktif dan memberi masukan yang konstruktif," tegas Sirath.

Selain itu, peran media juga sangat penting mengingat masih gencarnya penyebaran hoaks, ujaran kebencian oleh orang-orang tidak bertnggungjawab. "Sehingga media menjadi salah satu sarana dan alat untuk menangkal serta mengantisipasi hoaks, ujaran kebencian dan unsur SARA yang masih berkembang ditengah-tengah masyarakat saat ini," tutup Sirath.[*/Red]
Share it:

news

Post A Comment: